Showing posts with label Info Ibu dan Anak. Show all posts
Showing posts with label Info Ibu dan Anak. Show all posts

Deteksi Autisme Anak Lebih Cepat dengan Sistem Online

Jakarta, Peneliti baru-baru ini menemukan cara mendiagnosa autisme pada anak-anak dengan langkah yang lebih mudah dan dalam waktu yang singkat. Anak cukup menjawab tujuh pertanyaan yang muncul dalam video secara online dan langsung dapat diketahui hasilnya saat itu juga.


"Sebuah prosedur online diperlukan untuk mendiagnosis autisme pada anak-anak secara akurat, sehingga dapat dilakukan pengobatan lebih dini," kata para peneliti Harvard Medical School seperti dilansir HealthDay, Rabu (11/4/2012).

Tim peneliti menyatakan bahwa, pendeteksian autisme pada anak dengan sistem online hampir 95 persen lebih cepat daripada prosedur medis yang biasa.

"Prosedur ini memungkinkan lebih banyak anak dapat didiagnosis secara akurat mulai sejak awal," kata Dennis Wall, seorang profesor patologi dan direktur di Center for Biomedical Informatics.

Penelitian ini diterbitkan secara online kemarin, tanggal 10 april 2012 dalam jurnal Nature Translational Psychiatry.

Saat ini, anak-anak sedang dievaluasi terhadap autisme dengan memberikan kuesioner yang terdiri dari 93 bagian yang menilai beberapa jenis perilaku. Evaluasi ini harus dilakukan oleh dokter yang terlatih dan dapat berlangsung hingga tiga jam.

Wall dan rekan penelitiannya memeriksa data dari 800 orang yang didiagnosis dengan autisme dan menemukan bahwa hanya tujuh pertanyaan yang diperlukan untuk mendiagnosa autisme dengan keakuratan hampir 100 persen.

"Meskipun akurasi dari diagnosa terhadap autisme secara online jauh lebih singkat, ada kemungkinan bahwa prosedur ini tidak begitu akurat dan diskriminatif," kata Dr Andrew Adesman. Diagnosa autisme secara online tersebut harus dikaji lebih jauh mengenai tingkat efektivitasnya.

Berintips : Kumpulan Berita, Informasi dan Tips
Follow Berintips On Twitter @Berintips

Perempuan Cantik Cenderung Lahirkan Anak Perempuan?

Penelitian menunjukkan, perempuan cantik lebih cenderung memiliki anak perempuan daripada perempuan yang berwajah "biasa-biasa saja". Itukah sebabnya saat ini kita makin sulit mencari pria yang ganteng?
Hasil penelitian dari The London School of Economics (LSE) ini juga menjelaskan mengapa banyak model yang anak perempuannya kelak mengikuti langkah mereka di dunia model. Contohnya, Yasmin Le Bon (istri vokalis Duran Duran, Simon Le Bon) yang putrinya (Amber) juga dikontrak oleh agen model yang sama dengan ibunya. Demikian pula Jerry Hall, kedua putrinya, Elizabeth dan Georgia Jagger, kini makin dikenal sebagai model catwalk.


Fakta ini diperoleh melalui studi yang sudah lama berlangsung. LSE menganalisis data dari survei yang melibatkan 17.000 bayi yang lahir di Inggris tahun 1958, dan melacak kondisi sepanjang hidup mereka. Menurut Dr Satoshi Kanazawa dari LSE, pada usia tujuh tahun, daya tarik anak-anak itu dinilai oleh guru mereka. Ketika anak-anak itu dewasa dan mencapai usia 45 tahun, mereka lalu ditanya mengenai jenis kelamin anak-anak mereka.

Mereka yang dinilai menarik akan memiliki kecenderungan yang sama untuk memiliki anak laki-laki atau anak perempuan sebagai anak pertama. Namun, mereka yang tampangnya kurang menarik lebih cenderung memiliki anak laki-laki. Dengan kata lain, perempuan cantik lebih cenderung melahirkan anak perempuan daripada mereka yang kurang beruntung dari segi penampilannya. Demikian dilaporkan oleh Journal of Reproductive Sciences.

Selebriti lebih cenderung punya anak laki-laki
Sebelumnya, sudah ada studi yang melibatkan 2.000 orang Amerika, yang menunjukkan bahwa perempuan menjadi lebih cantik setelah beberapa generasi. Hal ini terjadi karena perempuan yang menarik memiliki lebih banyak anak daripada yang kurang menarik. Selain itu, mereka memiliki proporsi yang lebih tinggi untuk mendapatkan anak perempuan.

Oleh karena itu, Dr Kanazawa meyakini bahwa orangtua cenderung melahirkan anak yang mengambil manfaat dari orangtuanya sendiri. Kecantikan, menurutnya, lebih menguntungkan untuk perempuan daripada laki-laki.
Meskipun demikian, Anda tak perlu sirik. Pasangan yang diberkahi dengan kekuatan dan agresi ketimbang sekadar kecantikan fisik lebih cenderung memiliki anak laki-laki. Ini karena karakter tersebut (kuat dan agresif) memang lebih banyak digunakan untuk laki-laki.

Toh, ada juga peneliti lain yang tidak sepakat dengan hasil penelitian Dr Kanazawa ini. Andrew Geltman, pakar statistik di Columbia University, New York City, menganalisis daftar 50 Orang Paling Rupawan yang dirilis setiap tahun oleh majalah People. Analisis terhadap orang-orang rupawan dari tahun 1995-2000 ini ternyata menampilkan selebriti yang lebih cenderung memiliki anak laki-laki. Anda ingin salah satu buktinya? Victoria Beckham punya tiga anak laki-laki.

Ini bukan kali pertama Kanazawa melontarkan teori yang kontroversial. Awal tahun ini, ia menjadi headline di berbagai media karena studinya yang lain mendapati bahwa pria yang berselingkuh cenderung kurang cerdas.

Sumber :The Daily Mail
Berintips: Kumpulan Berita, Informasi dan Tips
Follow Berintips on Twitter @Berintips

Ini Dia 5 Keuntungan Punya Anak Perempuan

Dalam artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai keuntungan memiliki anak laki-laki. Dikatakan, bahwa anak laki-laki cenderung lebih mampu mengeksplorasi dunianya, memiliki kepercayaan diri akan fisiknya, dan kelak akan bersikap melindungi ibunya. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa anak perempuan tidak memiliki kelebihan dibandingkan anak laki-laki.


Dengan keunikannya, anak perempuan juga mudah mengambil hati orangtuanya. Entah dengan melakukan kontak mata dengan Anda sejak ia lahir, atau mengucapkan kata "mama" lebih cepat, kelak mereka juga lebih mampu berkomunikasi dengan Anda. Anak perempuan memang akan menghabiskan lebih banyak biaya untuk mendukung penampilannya, atau akan merepotkan Anda dalam urusan menghadapi menstruasi pertamanya, atau dalam mengatasi mood swing-nya. Toh menurut Anita Sethi, PhD, peneliti di Child and Family Policy Center di New York University, anak perempuan memiliki karakteristik lain yang tak kalah istimewa.

1. Mereka lebih pintar meniru. Ketika usianya baru tiga jam, bayi perempuan sudah bisa meniru, sebagai awal dari caranya berinteraksi. Menurut sebuah studi, bayi perempuan yang baru lahir lebih mampu meniru gerakan-gerakan jari daripada bayi laki-laki. Pada usia batita, anak perempuan juga lebih pintar daripada anak laki-laki dalam meniru, misalnya berpura-pura mengasuh bayi. Namun kemampuan mereka dalam berperilaku yang tidak membutuhkan interaksi, seperti berpura-pura mengendara mobil atau menyiram tanaman, tidak berbeda dari anak laki-laki.

2. Tangan mereka lebih cekatan. Bayi perempuan mengungguli bayi laki-laki dalam melakukan tugas-tugas motorik halusnya, dan hal ini akan tetap mereka kuasai hingga memasuki kelompok bermain (preschool). Mereka lebih cepat dalam menguasai mainan, menggunakan peralatan makannya, bahkan mampu menulis lebih cepat (dan lebih rapi).

3. Mereka pendengar yang baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak perempuan lebih mampu membiasakan dengan suara manusia, dan tampaknya lebih peka terhadap suara manusia daripada suara benda-benda lain. Ketika mendengar sesuatu yang bergemerincing, anak perempuan dan laki-laki akan bereaksi dengan cara yang sama. Tetapi ketika Anda berbicara, bayi perempuan cenderung lebih merasa terikat.

4. Mereka terampil membaca ekspresi emosional. Bayi perempuan lebih mampu menciptakan dan memelihara kontak mata, dan mereka tertarik pada wajah-wajah individual, khususnya wajah wanita. Mereka juga lebih terampil membaca ekspresi wajah. Jika Anda menunjukkan gambar wajah yang menakutkan, misalnya, mereka akan menatap Anda, atau menjadi sedih. Sebaliknya, mereka akan baik-baik saja jika melihat ekspresi yang bahagia. Sementara itu, anak laki-laki butuh waktu lebih lama untuk memerhatikan perbedaan antara kedua ekspresi ersebut, demikian menurut metaanalisa terhadap 26 studi mengenai kapasitas anak dalam mengenali ekspresi wajah.

5. Mereka lebih cepat berbicara. Kebiasaan mereka mengamati dan mendengarkan akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Bayi perempuan menggunakan gerak tubuh seperti menunjuk atau melambaikan tangan lebih cepat daripada bayi laki-laki, dan mereka menguasai beberapa jenis permainan lebih awal. Anak perempuan memahami apa yang Anda katakan daripada anak laki-laki, mulai berbicara lebih awal (anak perempuan mulai berbicara sekitar usia 12 bulan, sedangkan anak laki-laki pada usia 13 hingga 14 bulan). Setelah itu, anak perempuan akan lebih cerewet hingga usia balita.
6. Anak perempuan akan mengurus orangtuanya kelak. Mereka tidak saja membuat Anda rajin membeli pakaian dan aksesori yang lucu-lucu untuk mendandaninya, tetapi juga lebih mampu memberi rasa aman terhadap orangtuanya. Tidak seperti anak laki-laki yang cenderung akan menghabiskan waktu senggangnya di luar rumah, anak perempuan lebih peduli untuk menemani orangtuanya di rumah. Ketika dewasa, anak perempuanlah yang umumnya lebih mampu mengurus orangtuanya yang sudah renta.

Sumber :Parenting
Berintips : Kumpulan Berita. Informasi dan Tips
Follow Berintips on Twitter @Berintips

Mengintips 6 Bahasa Cinta Ayah dan Anak Perempuan

Menjadi orang tua adalah peran yang penuh kebahagiaan, tapi penuh tanggung jawab. Peran yang tidak mudah ini juga sering kali berhadapan dengan kondisi yang dilematis. Apakah kita ingin menjadi orangtua yang otoriter atau permisif? Karena sebenarnya untuk membentuk karakter anak diperlukan keseimbangan ketegasan, disiplin, rendah hati, dan berpikiran positif. Semua ini bisa diwujudkan dengan komunikasi yang terbuka antara anak dengan orang tua.


Kadang-kadang, komunikasi antara ayah dengan anak perempuan memiliki friksi tersendiri. Padahal ayah adalah karakter pria pertama yang dikenali anak perempuan. Bagaimana nantinya anak perempuan mendefinisikan pria, pembelajaran pertamanya didapat dari ayah. Pola interaksi yang terjadi antara ayah dengan anak perempuan ini akan membentuk anak perempuan kita menjadi perempuan yang percaya diri, berkarakter, dan berani membuat pilihan terutama ketika tiba waktunya memilih pasangan hidup.

Meski tak ada rumus baku untuk menciptakan hubungan ayah dengan anak perempuan yang harmonis, karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, simak bahasa cinta yang bisa membuat anak perempuan kita memiliki karakter yang lebih matang.

1. Perlakukan anak perempuan kita sesuai dengan usianya, karena tak selamanya dia menjadi putri kecil kesayangan. Jika kita terus menganggapnya seperti anak kecil atau putri kecil, maka dia tidak akan pernah benar-benar menjadi pribadi yang matang. Biarkan anak perempuan kita tumbuh sesuai umurnya dan menghadapi segala tanggung jawab yang memang sudah harus diterima. Dengan demikian dia akan merasa dihargai dan menghargai dirinya sendiri.

2. Berbicaralah dengan terbuka, jangan hanya mendengarkan tapi cobalah mengerti apa yang diinginkannya. Jangan bicara dengan nada memerintah, karena bukan itu satu-satunya cara membuat kita berwibawa. Lagipula gaya bicara yang keras atau dengan nada memerintah tidak akan membuat anak menyimpan pesan yang kita sampaikan dalam waktu lama, serta membuatnya tidak percaya diri. Sampaikan pendapat dengan tenang dan ajak mereka masuk dalam penjelasan rasional yang kita berikan. Sehingga mereka tidak merasa dihambat atau dilarang.

3. Biarkan anak perempuan kita menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang memutuskan sesuatu berdasarkan kesadaran diri bukan karena impulsivitas semata. Ayah boleh saja memberikan opini, tapi bukan berarti memaksa anak agar mengikuti keinginannya. Karena tanpa disadari, ketika anak berani memilih maka dia akan berani bertanggung jawab atas pilihannya.

4. Ayah perlu menunjukkan bahwa ia selalu menghormati perempuan. Caranya, dengan memperlakukan isteri, ibu, atau saudara perempuannya dengan hormat. Dengan begitu anak perempuan kita akan memilih pendamping yang memang menghargai perempuan, tidak sekadar cinta buta.

5. Jangan segan untuk mengekspresikan cinta pada anak perempuan. Merasakan cinta yang tulus dari ayah, akan membuat anak perempuan merasa aman dan percaya pada kita sebagai orangtua serta teman. Ini yang kemudian secara alami membentuk interaksi yang hangat antara ayah dan anak perempuan.

6. Ajari anak perempuan kita akan prinsip diri. Kita tidak akan bisa 24 jam penuh mendampingi anak perempuan kita, maka bekali mereka dengan prinsip diri yang kuat. Dengan begitu, mereka tidak akan mudah diperdaya oleh iming-iming teman-temannya. Anak perempuan kita pun semakin menjadi perempuan yang matang dengan prinsip hidup yang kuat.

Di saat anak kita memiliki konsep dan interaksi hubungan yang baik dengan ayahnya, ini akan ditularkan pada anak-anaknya kelak. Inilah warisan yang akan selalu berharga sepanjang generasi.

Berintips : Kumpulan Berita, Informasi dan Tips
Follow Berintips On Twitter @Berintips

Hukuman Fisik Membuat Anak Lebih Agresif


Memberi hukuman kepada anak secara fisik tidak akan mengurangi kenakalannya tapi justru membuatnya lebih agresif.

Pernyataan ini dibuat berdasarkan hasil penelitian Universitas Manitoba dan Rumah Sakit Anak dari Timur Ontario selama 20 tahun terakhir.

Times of India menyebutkan kalau penulis studi Joan Duurant dan Ron Enson menemukan bahwa hukuman fisik membuat anak lebih agresif dan dapat membahayakan mereka dalam jangka panjang.

"Perilaku anak-anak ini akan lebih agresif dan tidak takut terhadap orangtua, saudara, teman mereka. Hukuman fisik juga berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan dan penggunaan obat dan alkohol," ujar Durrant.

Ketika 500 orangtua dilatih untuk mengurangi ketergantungan mereka dalam menjatuhkan hukuman fisik, ternyata perilaku agresif anak ikut menurun. Sekarang hukuman fisik mulai ditinggalkan dan beralih ke upaya mendisiplinkan anak melalui pendekatan konstruktif.

SUMBER

Tips Agar Si Kecil Tertarik ke Toko Buku

Kalau tidak dikenalkan sejak dini dan tidak dibiasakan, anak prasekolah tak akan pernah tertarik ke toko buku yang sebenarnya dapat membantunya membangun kebiasaan membaca. Jadi, orangtua memang memegang peranan penting untuk memunculkan kebiasaan ini pada usia prasekolah. Selain orangtua tentunya harus cinta buku, karena anak adalah peniru ulung dari orangtuanya, terutama anak usia prasekolah. Agar si kecil tertarik ke toko buku, Anda dapat melakukan tiga cara berikut:

1. Agenda rutin. Orangtua perlu merancang agenda rutin untuk mengajak si prasekolah ke toko buku. Dua minggu atau sebulan sekali, Anda dan si kecil yang menentukannya. Sebagai pertimbangan, toko buku cenderung ramai saat akhir pekan dan anak mungkin merasa tak nyaman. Bila memungkinkan, lebih baik mengajaknya ke toko buku di hari kerja saat toko lebih sepi dan anak lebih leluasa memilih buku.

Jadikan toko buku sebagai tujuan pertama sewaktu anak masih bersemangat dan berenergi. Dengan begitu anak akan merasakan pengalaman menyenangkan di toko buku. Jangan jadikan acara ke toko buku sebagai kegiatan terakhir setelah lelah berbelanja di supermarket atau waktu yang terburu-buru, sehingga anak tak menikmatinya. Bukan tidak mungkin kalau pengalaman pertama tak menyenangkan, selanjutnya anak tidak berminat melakukannya lagi.

2. Bebas memilih buku. Berikan kebebasan kepada si prasekolah untuk memilih buku. Namun buat kesepakatan dengan anak, apa yang boleh dibeli di toko buku. Ia boleh memilih satu buku cerita dan satu buku aktivitas. Untuk memudahkan, orangtua bisa memberikan pilihan terbatas, seperti menyodorkan tiga judul buku dan meminta anak memilih salah satunya. Bisa juga dengan batasan harga, sekali ke toko buku, ia boleh membelanjakan uang Rp 50.000 misalnya. Orangtua juga harus jeli, buku mana yang sudah pernah dibeli. Jangan sampai si kecil memilih dan membeli buku yang sama. Ingatkan anak bahwa buku tersebut sudah dimilikinya, dan minta ia mencari buku lain.

3. Menghargai buku. Orangtua bisa mengajari anak untuk menghargai buku saat ke toko buku, seperti jangan memegang buku kalau sedang makan atau minum. Beritahukan alasannya kepada anak, misalnya buku jadi kotor kalau ia memegangnya sambil makan. Ajak anak mengembalikan buku ke tempat semula, tidak melipat buku, dan tidak membasahi buku. Dengan begitu anak belajar bagaimana cara memperlakukan buku dengan baik.


Asupan Vitamin dan Mineral di Masa Kehamilan


Sepanjang kehamilan, ibu membutuhkan asupan vitamin dan mineral dalam jumlah cukup untuk menjaga kesehatan dan perkembangan janin. Pada masa kehamilan, jumlah kebutuhan energi, vitamin, dan mineral meningkat kurang lebih sekitar 10-50 persen. Sementara, kebutuhan vitamin C dan mineral seng meningkat sekitar 40 persen, zat besi meningkat sampai 50 persen. Jika ibu hamil (bumil) mengikuti rambu-rambu gizi seimbang, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.

Khusus asam folat, disarankan untuk menambah asupannya dalam bentuk suplemen. Memang, asam folat banyak terkandung dalam sayuran hijau, tetapi karena asam folat mudah rusak oleh cara pengolahan yang salah, mau tak mau harus ada tambahan suplemen. Umumnya dokter atau bidan akan memberikan resep suplemen yang mengandung asam folat 400 mikrogram per hari hingga usia kehamilan 12 minggu. Hal ini untuk mencegah terjadinya neural tube defect atau kerusakan pada saraf janin.

Meski kebutuhan vitamin dan mineral meningkat saat hamil, sebaiknya asup suplemen dengan konsultasi terlebih dahulu kepada ahlinya. Karena mengonsumsi vitamin dan mineral dalam jumlah berlebihan, atau terlalu sedikit, dapat menyebabkan efek yang tidak dikehendaki baik bagi ibu maupun janin. Jadi, sebaiknya konsumsi vitamin dan mineral secara tepat sesuai anjuran dokter.

Jika bumil sedang mengonsumsi obat lain, semisal obat jantung atau obat penyakit kronis lainnya, informasikan kepada dokter. Hal ini untuk mencegah terjadinya interaksi obat, serta mengetahui apakah ada obat tertentu yang dapat mengganggu perkembangan janin. Selain itu, bila mengalami efek yang tidak dikehendaki dan diduga akibat penggunaan suplemen vitamin dan mineral tertentu, segera hubungi dokter.


Kenapa Anak Laki-laki Terlambat Bicara?

Sejumlah riset dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa bayi perempuan umumnya cenderung lebih cepat berbicara ketimbang bayi laki-laki. Apa penyebabnya?

Hal ini rupanya diduga disebabkan oleh kadar hormon testosteron yang tinggi pada janin. Ya, sebuah riset teranyar menemukan bahwa bayi laki-laki yang terpapar testosteron (kadar yang tinggi) di dalam janin dua kali lebih mungkin mengalami keterlambatan perkembangan bahasa.

"Diperkirakan, 12 persen balita mengalami penundaan yang signifikan dalam perkembangan bahasa mereka," kata Andrew Whitehouse, associate professor dari Perth Telethon Institute for Child Health Research.
"Perkembangan bahasa bervariasi di antara individu. Anak laki-laki umumnya cenderung lebih lamban ketimbang anak perempuan," tambah Whitehouse, yang memimpin penelitian.

Whitehouse mengatakan, sangat penting untuk menjelaskan apa sebenarnya yang menyebabkan perbedaan keterlambatan perkembangan bahasa antara anak laki-laki dan perempuan. Ia dan rekan menduga bahwa hal ini mungkin ada hubungannya dengan paparan hormon testosteron.

Untuk mengetahuinya, peneliti mengukur kadar testosteron dalam darah tali pusat dari 767 bayi baru lahir, sebelum memeriksa kemampuan bahasa mereka di tahun pertama, kedua dan ketiga. Hasil penelitian menunjukkan, anak laki-laki dengan tingkat tinggi testosteron dalam darah tali pusat, dua sampai tiga kali lebih mungkin mengalami keterlambatan bahasa. Janin laki-laki diketahui memiliki 10 kali tingkat sirkulasi testosteron ketimbang perempuan.

Namun efek yang berlawanan ditemukan pada anak perempuan, di mana tinggi tingkat testosteron dalam darah tali pusat dikaitkan dengan penurunan risiko keterlambatan bahasa (berbicara).

Sebelumya, sudah ada studi skala kecil yang meneliti hubungan antara kadar testosteron dalam ketuban dan perkembangan bahasa. Namun peneliti mengklaim bahwa temuan ini sebagai yang pertama dan terbesar di mana mengeksplorasi hubungan antara darah tali pusat dan keterlambatan bahasa dalam tiga tahun pertama kehidupan. Riset dipublikasikan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry.

Sumber : Kompas.com



Pakai "Smartphone", Anak Cenderung Akses Situs Porno

Akses Situs Porno

Di zaman teknologi canggih seperti saat ini, kebutuhan akan gadget bukan lagi milik orang dewasa tetapi juga remaja dan anak-anak. Penggunaan alat komunikasi seperti ponsel pintar (smartphone) bahkan sudah merambah ke anak-anak di bawah umur.

Jika tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, tentu hal ini dapat membawa dampak negatif. Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak berusia delapan sampai 15 tahun cenderung rentan menyalahgunakan smartphone. Mereka menggunakan ponsel canggih ini untuk menjelajahi website yang isinya berbau kekerasan atau pun pornografi. Ketidaktahuan dan ketidakpedulian orang tua, terutama karena minimnya keterampilan teknologi, merupakan salah satu faktor utama yang memicu timbulnya permasalahan ini.

Lembaga riset YouGov melakukan jajak pendapat dengan melibatkan lebih dari 1.000 anak berusia delapan sampai 15 tahun di Inggris. Jajak pendapat itu mengidentifikasi bahwa hampir setengah dari anak-anak memiliki smartphone seperti iPhone.

Saat ditanya perihal kepemilikan ponsel, anak-anak mengatakan bahwa orangtua telah membelikan mereka alat komunikasi canggih itu. Sedangkan seperlima mengatakan mereka telah melihat konten kekerasan atau pornografi dari telepon.

Temuan ini juga mengungkapkan bahwa hampir sembilan dari 10 anak yang disurvei tidak memiliki pengaturan keamanan di telepon mereka sehingga dengan bebas dapat mengakses situs-situs yang tidak semestinya mereka buka. Dan yang memprihatinkan, sebanyak 46 persen dari orang tua tidak menyadari bahwa pengaturan perihal keamanan itu penting.

Seorang psikolog anak Profesor Tanya Byron mengaku tidak terkejut dengan temuan itu. Survei menemukan bahwa rasio anak-anak yang mengakses situs jejaring sosial lewat ponsel cenderung meningkat delapan kali lipat dalam tiga tahun terakhir, menjadi 38 persen. Pada periode yang sama, jumlah anak yang menonton video klip di ponsel mereka naik dua kali lipat.

"Penting bagi orang tua membangun komunikasi yang jujur dengan anak mereka, sehingga anak mereka menjadi pengguna alat digital yang bertanggung jawab," kata Prof Byron.

Sumber : Disini

Cara Bayi Memahami Kata-Kata Ibunya

Bagaimana Bayi Memahami Kata-kata Ibunya?
Memaknai bahasa ibu dari nada suaranya dilakukan bayi sejak usianya masih sangat dini.

"Membaca" ekspresi dan tangisan bayi biasanya dapat dilakukan ibu bila sudah biasa menghadapinya. Jika tidak pun, ada banyak artikel yang bisa menjelaskan pada Anda cara memaknai tangisan bayi. Tetapi ketika Anda bersiap meninggalkan bayi untuk bekerja, dan membujuknya agar tidak menangis, bagaimana Anda memastikan bahwa si kecil memahami pesan-pesan dari Anda?

Menurut penelitian dari School of Psychology Cardiff University, ternyata bayi memahami apa yang dikatakan sang ibu, meskipun sang ibu berbicara dalam bahasa lain yang belum pernah didengar bayi. Sebelumnya, para peneliti mengobservasi 84 bayi berusia 14 dan 18 bulan selama setahun. Saat itu mereka melihat ibu mereka menggunakan mainan dan berbicara dalam bahasa Inggris. Peneliti lalu mengamati reaksi bayi satu tahun terhadap suara ibunya, ketika sang ibu berbicara dengan bahasa lain. Proses yang sama diulangi dengan nada yang sama, tetapi dalam bahasa Yunani. Terlihat bahwa bayi menunjukkan reaksi yang sama saat mendengar kedua bahasa tersebut.

"Hal ini menunjukkan, bayi sebenarnya mampu memahami hanya dengan mendengarkan nada suara ibunya," tutur pemimpin studi, Dr Merideth Gattis. "Kami menggunakan kata 'ups' dan 'di sana' dalam dua bahasa, dan mendapat reaksi yang persis sama, entah bahasa Inggris atau Yunani, yang tak satu pun dimengerti anak-anak."

Memaknai bahasa ibu dari nada suaranya ini dilakukan bayi sejak usianya masih sangat dini. Menurut Dr Gattis, nada suara menjadi sinyal yang sangat berguna mengenai apa yang dipikirkan seseorang. "Bukankah kita tak pernah bisa menebak pikiran orang lain, kecuali dari sinyal-sinyal bahasa?" katanya.

Oleh karena itu, tidak penting sebenarnya apa yang Anda katakan kepada si kecil, tetapi bagaimana Anda menyampaikannya. Bahkan menumpahkan amarah, atau memaki, bisa disamarkan melalui nada suara. Dr Gattis mengambil perumpamaan ketika si kecil bertanya apakah Anda menyukai lukisannya. Meskipun Anda mengatakan iya, tetapi jika nada suara Anda tidak antusias, maknanya bisa berbeda.

"Studi ini menunjukkan bahwa Anda tidak perlu khawatir mengenai apa yang harus dikatakan karena Anda bisa menggunakan nada suara saja," pungkas Gattis.

Sumber: The Daily Mail

5 Perilaku Orangtua yang Bikin Anak Stres

Tak hanya orang dewasa saja yang bisa stres, tapi anak-anak juga bisa stres

Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang bisa terserang stres? Anak-anak pun bisa. Biasanya orang dewasa terserang stres karena masalah pekerjaan, keuangan dan lainnya. Bagaimana dengan anak, apa pemicu stres mereka?

"Faktor penyebab anak menjadi stres adalah perilaku dari orangtuanya sendiri," tukas Rustika Thamrin, Spsi, CHt, CI, MTLT, psikolog dari Brawijaya Women and Children Hospital kepada Kompas Female, saat talkshow "How to be a Healhty & Productive Career Women" di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Jumat (27/1/2012) lalu.

Menurut Rustika ada beberapa perilaku orangtua yang tidak disadari bisa menimbulkan tekanan pada anak, yang pada akhirnya mengakibatkan stres. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Melarang anak menangis
Semua orangtua pasti ingin anaknya menjadi anak yang hebat. Namun seringkali orangtua tidak menyadari bahwa kata-kata motivasi yang diberikan justru membebani anak, dan mungkin saja membuat mereka menjadi stres. "Beban dan tekanan ini terutama dialami oleh anak laki-laki dibanding perempuan, karena di kultur Indonesia laki-laki itu dianggap mahluk yang paling kuat sehingga tidak boleh menunjukkan kelemahannya sedikit pun," ungkapnya.

Pola pikir anak-anak dan dewasa berbeda. Anak, terutama pada balita, hanya akan menyerap kata-kata yang terdengar, dan belum bisa memprosesnya dengan sempurna seperti yang dilakukan orang dewasa. Misalnya, ketika anak terjatuh dari sepeda dan kemudian menangis. Jika yang terjatuh adalah anak perempuan, orangtua biasanya akan membiarkannya untuk menangis. Tetapi ketika yang mengalami adalah anak laki-laki, orangtua pasti akan melarangnya menangis diiringi pesan, "Kamu tidak boleh menangis", "Kamu kan laki-laki, tidak boleh cengeng", atau "Kamu kan anak laki-laki yang kuat, luka ini tidak ada apa-apanya."

Sekilas, tak ada yang salah dengan kalimat tersebut, karena tujuannya memotivasi anak untuk tidak cengeng. Namun, ketika diserap oleh otak anak, kalimat ini akan memiliki arti yang berbeda. Kalimat tersebut akan diterima sebagai sebuah perintah, yang akan selalu ada di otak mereka sampai dewasa. Masuknya perkataan ini ke otak anak akan membuat anak selalu menahan tangisnya, dan memendam perasaan sedihnya. Hal inilah yang membuat anak menjadi stres. "Tidak heran kalau laki-laki jarang dan malu menangis, karena dari kecil sudah dijejali dengan perkataan seperti itu. Padahal orang sah-sah saja untuk menangis dan mengeluarkan perasaan mereka," tambah Rustika. Menangis boleh saja, yang harus dikontrol adalah frekuensinya.

2. Perilaku orangtua tidak konsisten
Menurut penelitian, anak-anak usia 1-7 tahun akan lebih mudah menyerap berbagai hal di sekitarnya melalui bahasa tubuh seseorang (90 persen), intonasi suara (7 persen), dan kata-kata (3 persen). "Orangtua yang plin-plan akan membuat anak kebingungan, dan akhirnya stres karena orangtuanya tidak konsisten," tambahnya. Seharusnya orangtua bersikap tegas dalam mendidik anak, dan antara suami dan istri bekerjasama agar tercapai kata sepakat. Misalnya, anak dihukum ketika melakukan sebuah kesalahan. Namun ketika ia mengulangi kesalahannya, orangtua tidak menghukumnya. Bahasa tubuh orangtua yang tidak konsisten ketika menghadapi masalah yang sama, seperti kadang bersikap galak dan kadang baik, akan membuat anak tertekan.

3. Membeda-bedakan anak
Banyak orangtua yang secara tak sadar membeda-bedakan anaknya. Meski dalam perbuatan tidak terlalu terlihat, namun intonasi suara yang turun naik ketika menghadapi kakak dan adik akan membuat anak merasakan adanya pembedaan sikap orangtua. "Ketika adik kakak berkelahi, biasanya nada bicara orangtua akan lebih lembut ke adik dibanding kakak, karena mengganggap bahwa kakak yang sudah lebih dewasa harus mengalah," bebernya. Intonasi suara yang berbeda ketika menghadapi kakak dengan nada yang keras, dan adik dengan nada yang lembut, akan membuat si kakak merasa si adik lebih disayang dan ia pun menjadi tertekan.

4. Labeling pada anak
Salah satu yang paling berbahaya yang dilakukan orangtua kepada anak adalah memberi label atau cap kepada anak. Kata-kata seperti, "Dasar kamu anak pemalas", atau "Kamu kegemukan, makanya pakai baju apa saja tidak ada yang cocok", atau "Kamu kok lemot sih, nggak pinter seperti kakakmu?". Hati-hati, labeling, apalagi yang diiringi dengan tindakan membanding-bandingkan anak, tak hanya membuat anak merasa tertekan, tetapi juga mengalami luka batin yang akan terbawa hingga ia dewasa.

5. Terlalu sering melarang
Ketika anak berusia 4-6 tahun, anak sedang berada dalam zona kreatif dengan peningkatan rasa ingin tahu dan ingin belajar yang sangat tinggi. Namun, sikap kreatif anak dan daya ekplorasinya dianggap sebagai kenakalan orangtua, lalu berusaha membatasi gerak mereka. "Jangan main di sana", atau "Jangan dipegang-pegang!", dan masih banyak kata larangan lain yang digunakan orangtua untuk membatasi kreativitas anak. Meski memiliki tujuan yang baik agar si anak tidak terluka, namun kata-kata "jangan" dan "tidak" ternyata bisa membuat anak menjadi stres karena mereka tidak bebas untuk melakukan apapun.

Gunakan kata-kata lain yang lebih baik untuk mengarahkan anak, sehingga anak akan menerimanya dengan positif. Anak akan mengerti bahwa Anda melarangnya melakukan hal tersebut karena berbahaya, dan bukan karena tidak sayang pada anak. "Kalau selalu dilarang, suatu saat anak bisa mencuri-curi untuk melakukannya saat Anda tidak tahu," ujar Rustika.

Manfaat Berenang untuk Bayi


Berenang dapat membantu bayi mengembangkan ketrampilan fisiknya secara impresif dalam hidupnya kelak.

Mengajarkan bayi berenang sejak tahun pertama memiliki banyak manfaat. Tak hanya bermanfaat untuk bayi, berenang juga bisa meningkatkan bonding antara orangtua-anak.

Sayangnya, masih banyak orangtua yang memandang sebelah mata kegiatan berenang untuk bayi. Atau mungkin, mereka terlalu khawatir dan menganggap terlalu dini. Padahal, mengajarkan berenang se-dini mungkin kepada anak, memberikan lebih banyak manfaat.

Survei yang diadakan Water Babies menunjukkan 40 persen orangtua di Inggris mengaku tak pernah memperkirakan adanya manfaat positif dari mengajarkan berenang pada bayi. Padahal kecelakaan ketiga tertinggi pada anak di Inggris disebabkan karena anak tenggelam. Mengajarkan berenang sejak dini pada anak, justru mampu meningkatkan kepercayaan diri anak di dalam air, dan membuatnya bisa melindungi diri.

Bonding
Berenang bersama bayi menjadi momen yang menyenangkan untuk anak dan orangtua. Selain mendebarkan, berenang bersama bayi juga meningkatkan bonding orangtua-anak.

Perkembangan fisik dan mental
Aktivitas berenang melatih perkembangan fisik dan mental anak. Anak tak hanya tumbuh lebih bugar dan kuat, namun juga membantu anak untuk lebih bernafsu makan dan lebih nyenyak tidur.

Belajar life-skill
Nyatanya, renang bukan hanya olahraga fisik. Melalui renang, bayi juga bisa belajar life-skill, termasuk kemampuan untuk bertahan dan menjaga diri.

Menurut survei, 90 persen ayah dan ibu setuju bahwa menjadi tanggungjawab mereka untuk menjamin anak-anaknya memiliki life-skill. Artinya, adalah tugas orangtua untuk mendidik dan membimbing anak untukmemiliki life-skill seperti kemampuan berenang, bersepeda, memahami etika di meja makan. Namun, lebih dari sepertiganya mengaku komitmen untuk menumbuhkan life-skill ini terkalahkan karena kesibukan pekerjaan.

Paul Thompson, salah satu pendiri Water Babies mengatakan, "Mengajarkan anak mengenai keamanan tingkat dasar di dalam air dan kepercayaan diri di dalam air bisa menyelamatkan jiwanya. Melalui pelatihan yang progresif, bayi bisa belajar keterampilan pertahanan diri sejak dini, seperti berenang mendekati benda padat saat berada di dalam air, dan lain sebagainya."

Usia berapa mulai berenang?
Kebanyakan orangtua, para responden survei Water Babies, mengatakan anak-anak sebaiknya mulai belajar beranang mulai usia tiga tahun. Namun faktanya, anak-anak bisa belajar berenang lebih dini lagi.

Bayi pada tahun pertama mengalami perkembangan otak yang tinggi, setiap gerakan akan merangsang perkembangan otak, menguatkan saraf dan membuat kerja otak semakin efisien.

"Bayi usia dua hari pernah belajar berenang bersama kami. Tahun pertama kehidupan bayi sangat krusial terutama dalam perkembangannya. Olahraga rutin turut punya andil besar dalam mendukung tumbuh kembangnya. Air memungkinkan otot bayi bergerak bebas. Latihan di air, cocok untuk anak-anak," tandas Thompson.

Mengapa Bayi Muntah Setiap Kali Makan ?


MUNTAH SETIAP KALI MAKAN
Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.

Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias memuntahkannya lagi. Ada yang bermasalahnya kala mulai pemberian makanan semi padat, semisal jus buah, bubur susu, atau biskuit. Tapi ada juga yang masalahnya muncul ketika mulai pemberian makanan padat, seperti nasi tim. "Sebenarnya, masalah ini tak perlu terlalu dikhawatirkan. Hanya saja orang tua harus tahu apa yang jadi penyebabnya dan kemudian segera mengatasinya," kata dr. Kishore R.J, dari Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Bila makanan tersebut baru dimasukkan sudah dikeluarkan atau dimuntahkan lagi, mungkin masalahnya ada di sekitar mulut. "Bisa karena proses menelannya belum bagus atau bayinya tak suka dengan makanan tersebut." Bila demikian, tak perlu khawatir, karena biasanya tak berlangsung lama, hanya pada awal-awal perkenalan makanan semi padat dan padat saja. Namun bila dikeluarkan atau dimuntahkannya setelah beberapa lama makanan tersebut masuk ke lambung, misal, setelah setengah jam, berarti ada kemungkinan gangguan di pencernaannya.

REFLEKS MENELAN BELUM BAGUS
Bila karena refleks menelannya memang belum bagus, terang Kishore lebih lanjut, ketika makanan ditaruh di bagian depan lidahnya, si bayi berusaha menelannya dengan menjulurkan lidahnya. Namun bukannya bisa masuk, malah makanannya jadi keluar lagi. Seperti halnya bayi mau belajar merangkak, kadang jalannya bukannya maju malah mundur karena koordinasi motoriknya belum bagus. Sementara kalau dia mengisap ASI, tak jadi masalah, karena puting ada di belakang lidahnya. "Tentunya tak mungkin kita taruh makanan di belakang lidahnya, bukan?"

Adakalanya bayi merasa kesal karena tak bisa menelannya hingga ia pun menangis. "Seringkali bila hal ini terjadi, pengasuh atau orang tua malah memaksakan pemberiannya. Misal, dengan menaruh si bayi di posisi mendatar, lalu mencekoki makanannya. Otomatis bayi akan membatukkannya hingga terjadi muntah. Peristiwa ini berbahaya sekali, karena saat itu makanan bisa masuk ke saluran napas dan menyumbatnya hingga berakibat fatal."

Refleks menelan ini, papar Kishore, akan membaik dengan sendirinya. Tergantung kemampuan masing-masing bayi dalam menelan. Umumnya di atas usia 6 bulan.

Jika refleks menelannya belum baik dan bayi belum bisa menelan makanan padat, kita bisa mengatasinya dengan mengencerkan lagi makanannya hingga mudah baginya untuk menelan. Misal, bubur susunya sedikit diencerkan lagi. Kalau sudah makan nasi tim, maka diblender lagi. Tentunya dengan menggunakan blender khusus untuk makanan bayi, bukan untuk cabai atau bumbu. "Lakukan secara bertahap. Misal, awalnya diblendernya selama 2 menit dan dilakukan selama 2 minggu. Setelah itu, diblendernya hanya 1 menit. Jadi, makin lama makin sebentar memblendernya." Hingga, makanan yang awalnya cair, seperti jus, lama-lama jadi agak kasar dan makin padat. Dengan demikian si bayi lambat laun jadi terlatih. Diharapkan di usia setahun dia bisa makan nasi lembek.

TAK KENAL DENGAN MAKANANNYA
Jika bayi tak kenal atau tak suka dengan makanannya, baik yang semi padat ataupun padat, tentu akan ditolaknya. "Selama ini makanan yang diterima bayi selalu dalam bentuk cair. Sementara kini dia mulai mendapatkan makanan yang agak kental, semisal bubur susu, atau makanan agak padat, semisal nasi tim. Nah, karena tak kenal, pasti awalnya akan ditolaknya," papar Kishore.
Bila demikian kejadiannya, pemberiannya harus dimundurkan dengan cara agak diencerkan lagi. "Jangan memaksakan bayi dengan kemauan kita karena akan membuatnya trauma. Bisa jadi setiap kali melihat mangkuk makanan, dia jadi menangis karena takut dijejalkan."

Tak ada batas toleransi sampai berapa lama. Namun tentunya bukan berarti si bayi didiamkan saja dengan diberi makanan cair terus. "Orang tua tetap harus melatihnya untuk menerima makanan padat, hingga nantinya anak mengenal makanan padat dan tidak menolaknya dengan tak mau makan."

Selain itu, bila usianya sudah di atas setahun, tentunya konsumsi susu saja takkan mencukupi. Pemberian makanan padat tetap harus dilatih terus. Misal, kalau sekali menolak, esok atau lusa dicoba lagi. "Jika usianya sudah hampir setahun, ajak dia duduk bersama kalau orang tuanya sedang makan. Tak usah dia diberi makanan. Biasanya anak kecil cenderung meniru orang dewasa. Kalau dia melihat ayah dan ibunya makan, dia pun akan menirunya. Jika dia meminta makanan, asalkan tak pedas, berikan saja. Jangan dilarang-larang karena akan membuatnya trauma."

RASANYA BERBEDA
Ada pula bayi yang menolak nasi tim karena rasanya yang berbeda. Jangan lupa, selama 6 bulan pertama, bayi kenalnya hanya rasa manis. Nah, nasi tim tak manis seperti halnya bubur susu, kan? Jadi, ada kemungkinan dia tak suka karena rasanya tak manis.

Kalau bayi tak suka karena tak mengenal rasa nasi tim tersebut, bisa diupayakan agar si bayi belajar mengenal rasa. Jadi, Bu-Pak, rasanya yang harus diubah dan divariasikan. Misal, awalnya nasi tim tersebut diberi tambahan glukosa atau yang paling mudah adalah kecap manis, hingga rasa nasi tim tersebut masih ada manisnya. Semakin lama, kecapnya agak dikurangi hingga bayi mengenal rasa nasi tim yang lain.

Muntah juga bisa terjadi, misal, karena bayi kekenyangan makan atau minum ataupun karena bayinya mengulet hingga tekanan di perutnya tinggi, akibatnya susunya keluar lagi.

GANGGUAN SFINGTER
Sementara bila karena ada gangguan di saluran cernanya, terang Kishore selanjutnya, kita tahu bahwa pada saluran pencernaan itu ada saluran makan (esophagus), yang berawal dari tenggorokan sampai lambung. Nah, pada saluran yang menuju lambung ini ada semacam klep atau katup yang dinamakan sfingter. Fungsinya untuk mencegah keluarnya kembali makanan yang sudah masuk ke lambung.

Umumnya sfingter pada bayi belum bagus dan akan membaik dengan sendirinya sejalan bertambahnya usia. Umumnya di atas usia 6 bulan. Namun, adakalanya di usia itu pun si bayi masih mengalami gangguan. Jadi, sifatnya sangat bervariasi.

Tentunya, kalau sfingter tak bagus, maka makanan yang masuk ke lambung bisa keluar lagi. Gejalanya biasanya kalau pada bayi akan lebih sering gumoh, terutama sehabis disusui. Apalagi bila ia ditidurkan dengan posisi telentang. Ingat, cairan selalu mencari tempat yang paling rendah, bukan? Begitupun bila setiap kali diberi makanan padat muntah, harus dicurigai sfingter-nya tak bagus. Apalagi bila berat badan bayinya tak naik-naik, misal selama 1-2 bulan.

Kadang ada juga sfingter dengan gangguan, yang disebut hipertropi pylorus stenosis, yaitu adanya ototpylorus yang menebal hingga makanan akan susah turun dari lambung ke usus, akhirnya keluar muntah. Gejalanya, tiap kali diberikan makanan padat akan muntah. Tapi kalau makanan cair tidak. Selain itu, berat badannya pun sulit naik. Jika gangguannya berat, makanan cair pun biasanya tak bisa lewat, hingga menganggu pertumbuhan si bayi karena tak ada penyerapan makanan. Biasanya kalau kejadiannya demikian, harus dilakukan tindakan operasi secepatnya untuk memperbaiki klepnya hingga saluran makanan dari lambung ke usus bisa jalan dengan lancar.

Namun kalau gangguannya ringan saja, misal, muntahnya jarang dan setelah dilakukan pemeriksaan dengan rontgen atau USG ditemui hipertropi sfingter ringan, berat badan anak tetap naik. Biasanya kalau kasusnya demikian, tindakan operasi bisa ditunda. Diharapkan dengan bertambahnya usia, bayi mulai berdiri tegak hingga makanan lebih mudah turun.

Pada beberapa bayi, refleks menelannya mungkin akan tetap tak bagus bila ada kelainan saraf. Hal ini biasanya tak berdiri sendiri, tapi ada penyakit lain, semisal terkena radang otak, tumor, atau infeksi pada saraf, sehingga kontrol pergerakan ototnya tak ada. "Sejauh ini, bila terjadi demikian, tak dapat diperbaiki. Mungkin bayi terpaksa pakai selang untuk memasukkan makanannya sampai kapan pun. Meski sekarang ada teknik-teknik yang merangsang otot-ototnya dengan fisioterapi tapi hasilnya tidak memuaskan," terang Kishore.

Menghadapi Bayi Muntah
Jika bayi muntah, saran Kishore, cepat miringkan tubuhnya, atau diangkat ke belakang seperti disendawakan atau ditengkurapkan agar muntahannya tak masuk ke saluran napas yang dapat menyumbat dan berakibat fatal.

Jika muntahnya keluar lewat hidung, orang tua tak perlu khawatir. "Ini berarti muntahnya keluar. Bersihkan saja segera bekas muntahnya. Justru yang bahaya bila dari hidung masuk lagi terisap ke saluran napas. Karena bisa masuk ke paru-paru dan menyumbat jalan napas. Jika ada muntah masuk ke paru-paru tak bisa dilakukan tindakan apa-apa, kecuali membawanya segera ke dokter untuk ditangani lebih lanjut."

Makanan Semi Padat Bukan Makanan Pokok
Pada prinsipnya, terang Kishore, makanan utama bayi adalah ASI. Namun bila karena suatu sebab terpaksa si bayi tak bisa memperoleh ASI, maka makanan utamanya adalah susu formula. Walaupun, untuk bayi, tetap yang dianjurkan adalah ASI eksklusif. Dalam pelaksanaan ASI eksklusif ini, ada yang menganut sampai usia bayi 4 bulan, ada juga yang sampai 6 bulan.

Namun kini para dokter anak banyak yang menganjurkan ASI ekslusif sampai usia 6 bulan. Selain karena ASI tak tergantikan, juga dengan bayi terus menyusu maka ASI pun dapat terus diproduksi. Juga diharapkan di usia 6 bulan ini bayi dapat menelan lebih bagus. "Kita tahu bahwa proses menelan bayi belum terlalu baik. Sementara kalau mengisap, tak jadi masalah karena ia meletakkan puting susu ibu di belakang lidahnya, selain juga punya refleks mengisap."

Meski, paparnya, ada juga ahli yang berpendapat tentunya ada kerugian ASI ekslusif sampai usia 6 bulan. Karena bayi jadi terlambat diperkenalkan makanan di luar ASI.

Dari segi kecukupan nutrisi, pemberian ASI atau susu formula saja bagi bayi di bawah usia setahun sebetulnya cukup, karena memang itulah makanan pokoknya. Sedangkan makanan semi padat, seperti bubur susu, biskuit, buah, atau nasi tim, merupakan makanan tambahan. "Kita hanya memperkenalkan makanan semi padat agar nantinya dia bisa mengkonsumsi makanan padat. Karena setelah usia setahun, susu bukan lagi makanan pokok."

Dedeh Kurniasih (tabloid nakita)

ADUH, KOK, MUNTAH TERUS
Hampir setiap bayi pernah muntah dan bisa terjadi di usia berapa saja. Muntah seperti apa yang harus diwaspadai?
Para ibu, apakah Anda masih memakaikan gurita pada si kecil? Bila ya, sebaiknya segeralah hentikan. Sebab, seperti dituturkan dr. Kishore R.J., SpA dari RSIA Hermina Podomoro, pemakaian gurita dapat menyebabkan bayi muntah.

Lo, apa hubungannya? "Pemakaian gurita membuat lambung si bayi tertekan. Bila dalam keadaan seperti itu si bayi dipaksakan minum, maka cairannya akan tertekan. Muntahlah dia," jelas Kishore.

Hal lain yang paling sering bikin bayi muntah ialah posisi menyusui. Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran nafas. Bayi pun muntah. Karena itu, Kishore mengingatkan, "Kalau menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah."

Untuk bayi yang menyusu dari botol, pemakaian bentuk dot juga berpengaruh pada muntah. Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama. Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi. Hal ini bisa membuat bayi tersedak yang lalu muntah. Sebaliknya bayi yang suka dot kecil diberi dot besar akan refleks muntah karena ada benda asing.

GUMOH

Muntah yang sering terjadi dan biasa dialami pada bayi ialah muntah yang disebut gumoh. Hal ini disebabkan fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik (gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus, masih belum sempurna. Itu sebabnya ada makanan yang masih tetap di lambung, tidak keluar-keluar karena peristaltiknya tidak bagus. Akibatnya, terjadilah muntah atau gumoh.

Biasanya bayi mengalami gumoh setelah diberi makan. Selain karena pemakaian gurita dan posisi saat menyusui, juga karena ia ditidurkan telentang setelah diberi makan. "Cairan yang masuk di tubuh bayi akan mencari posisi yang paling rendah. Nah, bila ada makanan yang masuk ke oserfagus atau saluran sebelum ke lambung, maka ada refleks yang bisa menyebabkan bayi muntah," terang Kishore.

Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. "Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri. Misalnya bayi umur sebulan, ada yang sehari bisa minum 100 cc, tapi ada juga yang 120 cc. Nah, si ibu harus tahu kapasitas bayinya. Jangan karena bayi tetangganya minum 150 cc lantas si ibu memaksakan bayinya juga harus minum 150 cc, padahal kapasitasnya cuma 120. Jelas si bayi muntah."

BISA MASUK PARU-PARU
Muntah pada bayi bukan cuma keluar dari mulut, tapi juga bisa dari hidung. Tapi tak usah cemas. Hal ini terjadi karena mulut, hidung, dan tenggorokan punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tak semuanya bisa keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.

Yang perlu dikhawatirkan, seperti dituturkan Kishore, bila si bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernafasan alias paru-paru. "Nah, itu yang bahaya," tukasnya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Jika ini yang terjadi, tak ada pilihan lain kecuali membawanya ke dokter.
Untuk mencegah kemungkinan tersedak, Kishore menganjurkan agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau diberdirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.

Adakalanya ibu yang kasihan melihat bayinya muntah lalu diberi minum lagi. Menurut Kishore, boleh-boleh saja, "Asal proses muntahnya sudah dibersihkan sehingga tak ada lagi sisa muntah. Kalau muntahnya masih ada terus diberi minum lagi, si bayi bisa kelepekan sehingga masuk ke saluran nafas."

Soal sampai kapan si bayi berhenti muntah dalam arti gumoh, menurut lulusan FK Universitas Airlangga Surabaya yang mengambil spesialisasinya di FKUI ini, tak sama pada setiap bayi. Tapi pada umumnya, setelah si bayi mulai bisa duduk dan berdiri, biasanya frekuensi muntahnya berkurang banyak karena cairan turun ke bawah menjadi lebih gampang.

Muntah Yang Harus Diwaspadai
Ada beberapa bentuk muntah pada bayi yang harus diwaspadai para ibu, yakni:

Muntah sehabis diberi makan atau disusui bila muntahnya berwarna hijau tua.
Hal ini menunjukkan ada kelainan pada saluran pencernaan si bayi, yakni ada sumbatan di bawah usus halus. Warna hijau tua pada muntah merupakan cairan dari empedu yang keluar. Kadang kalau ada sumbatan, meskipun si bayi tidak makan, ia bisa muntah karena cairan empedu keluar dan enzim-enzim lain tak bisa lewat.

Ada dua macam sumbatan, yang penuh dan parsial (sebagian). Sumbatannya bisa di mana saja. Bisa di antara oserfagus dan lambung atau antara lambung dan usus. Karena ada sumbatan yang parsial, kadang kelainan ini tak bisa diketahui secara pasti penyebabnya sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Misalnya dengan rontgen atau USG dicari penyebabnya lalu dihilangkan. Bila perlu dilakukan operasi jika sumbatannya akibat tumor atau kelainan bawaan. Tapi kasus seperti ini jarang terjadi.

Bentuk muntahannya menyemprot seperti air mancur.
Makan atau tidak makan, si bayi mengelurkan muntah yang menyemprot seperti air mancur. Ini harus segera diperiksakan ke dokter. Karena muntah yang demikian menunjukkan ada kelainan pada susunan saraf pusat di otak si bayi. Biasanya terjadi jika si bayi habis terjatuh.

Muntah karena keracunan.
Anda mungkin bingung. Bayi, kok, bisa keracunan makanan? "Memang seharusnya tidak boleh terjadi keracunan makanan pada bayi mengingat bayi hanya makan makanan rumah. Tapi hal itu bisa saja terjadi," tutur Kishore. Misalnya, pengasuh tak mencuci tangannya dengan bersih sebelum membuatkan makanan bayi. Atau botol susunya tidak disterilkan. Hal ini selain menyebabkan keracunan, juga bisa membuat infeksi pada saluran pencernaan.

Gejala awal keracunan adalah muntah-muntah yang lalu diikuti diare. Tapi kalau infeksi pada saluran pencernaan, diare lebih dulu yang terjadi. Baru setelah itu ada gangguan keseimbangan elektrolit yang menyebabkan muntah. Bentuk muntahnya sama, berupa cairan. Bayi harus diberi banyak cairan setiap kali habis muntah dan diare. Cairan apa saja. Entah itu air tajin, larutan gula garam, teh manis pakai gula, maupun jus buah (asal jangan yang asam).

Dibanding diare, menurut Kishore, muntah lebih berbahaya. Karena muntah berarti tak ada cairan yang masuk, yang bisa menyebabkan kekurangan cairan atau dehidrasi. Tapi kalau diare dan si bayi masih mau minum, tak masalah sebetulnya, selama yang diminum dan dikeluarkan proporsinya sama.

Bayi yang mengalami dehidrasi dapat dilihat dari mulutnya yang mengering, mata cekung, hampir tak ada air mata, bila ditekan kulitnya tak kembali ke bentuk semula (tidak elastis sebagaimana kulit normal). "Mungkin kalau bayi lebih gampang terlihat dari berat badannya. Kalau turun berarti ada tanda-tanda dehidrasi," tutur Kishore. Jika berat badan si bayi turun lebih besar atau sama dengan 5-10 persen dari berat badannya, maka si bayi harus diinfus.

Muntah darah.
Ada kemungkinan bayi muntah disertai darah. Jika hanya berupa bercak, berarti ada streching (luka di tenggorokan) akibat muntah. Jika muntahnya berwarna merah dan byor-byoran, bisa dicurigai ada pembuluh darah yang pecah. Jika darahnya berwarna hitam, berarti ada darah di lambung. "Kadang si bayi mimisan dan darahnya tertelan sampai ke lambung. Hal ini menimbulkan rasa tak enak, sehingga si bayi refleks untuk muntah," terang Kishore.

Pemeriksaan ke dokter dilakukan tergantung pada jenis dan banyaknya darah. Pendarahan yang banyak sangat berbahaya karena menurunkan kadar hemoglobin sehingga bayi kekurangan cairan dalam pembuluh darah.

Membersihkan Muntah
Langsung bersihkan bekas muntah dengan lap basah atau kering agar tak sempat berkontak terlalu lama dengan kulit si bayi. Kalau tidak, kulit akan memerah atau terjadi iritasi, yang berarti harus dilakukan pengobatan khusus.

Untuk membersihkan bekas muntah pada perabot atau lantai maupun pakaian yang terkena muntah, gunakan campuran air dan soda kue. Selain dapat menghilangkan noda yang menetap, juga akan menghilangkan baunya.

Mencegah Muntah
Masih ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan para ibu untuk mencegah kemungkinan bayi muntah, yakni:
* Jangan memberi minum susu selagi bayi menangis. Berhentilah menyusui untuk menenangkannya.
* Tegakkan bayi setegak mungkin selama dan beberapa waktu setelah minum susu.
* Pastikan dot botol tak terlalu besar atau terlalu kecil, dan botol dimiringkan sedemikian rupa sehingga susu, bukan udara, yang memenuhi bagian dotnya.
* Jangan mengangkat-angkat si bayi selama atau sesudah ia minum. Jika mungkin letakkan dan ikat sebentar si bayi pada kursi bayi atau kereta dorongnya.
* Jangan lupa membuat bayi bersendawa.

7 Cara agar Si Kecil Kebal Penyakit


Seorang anak tidak terlahir dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat sehingga perlu ada upaya untuk menguatkannya. Saat berada di dalam rahim ibu, seorang bayi sangat terlindungi. Akan tetapi, ketika lahir ke dunia, ia akan terpapar berbagai macam bakteri dan virus. Inilah alasan bayi rentan terhadap berbagai penyakit.

Ketika beranjak dewasa, jika diberi asupan makanan yang tepat, sistem imunnya akan terus menguat. Membatasi secara ketat atau terlalu protektif terhadap anak-anak memang tidak baik karena hal itu justru akan menghambat perkembangan kekebalan tubuh.

Namun, ada pula hal-hal yang harus dijaga dan dipelihara pada masa tumbuh kembang mereka. Sebab, jika tidak, kekebalan tubuh anak akan melemah sehingga mereka jadi rentan terhadap penyakit.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan orangtua dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh anak-anaknya.

1. Pastikan diberi ASI

Sudah dibuktikan oleh para peneliti bahwa air susu ibu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Tak hanya itu, ASI juga memiliki keistimewaan lain, seperti menurunkan risiko bayi terkena obesitas, juga meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anaknya. Menurut American Academy of Pediatrics, ibu harus menyusui bayinya selama satu tahun. Jika tidak memungkinkan, para ibu paling tidak harus menyusui selama enam atau tiga bulan pertama usia bayi.

2. Makanan segar

Penting artinya mengonsumsi buah dan sayuran segar, terlebih untuk anak-anak. Dengan mengonsumsi makanan segar, sistem kekebalan tubuh akan meningkat. Banyak sekali jenis sayuran dan buah yang kaya antioksidan dan vitamin C. Maka dari itu, sertakan juga buah dalam daftar harian diet sebagai pengganti biskuit dan keripik untuk makanan selingan anak Anda.

3. Hindari makanan cepat saji dan olahan

Tentu anak-anak menyukai dua jenis makanan ini, tetapi bukan berarti makanan tersebut sehat untuk mereka. Pasalnya, di dalamnya terdapat berbagai bahan kimia dan zat adiktif yang dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, orangtua dianjurkan untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang sehat bagi anak-anaknya di rumah.

4. Olahraga

Olahraga adalah salah satu cara jitu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk anak-anak. Jangan biarkan anak-anak hanya terpaku di depan televisi setiap mereka berada di rumah. Ajaklah mereka bermain, melakukan kegiatan olahraga. Dengan cara ini, selain dapat menambah keeratan keluarga Anda, sistem kekebalan tubuh pun meningkat.

5. Kebersihan pribadi

Tanamkan kebiasaan hidup sehat kepada anak Anda dengan cara menjaga kebersihan pribadi dengan cara cuci tangan pakai sabun setelah keluar dari kamar mandi atau sebelum makan. Hal lain yang perlu dilakukan orangtua adalah mengganti sikat gigi anak-anaknya sesering mungkin. Sikat gigi merupakan salah satu pembawa kuman dan membutuhkan penanganan yang higienis. Penggunaan sikat gigi secara bersamaan juga harus dihindari.

6. Kurangi antibiotik

Menjadi hal yang umum jika orangtua kerap meminta dokter menuliskan resep obat (antibiotik) untuk anak mereka di saat sakit pilek, sakit tenggorokan, atau flu. Padahal, penyakit-penyakit tersebut hanya membutuhkan beberapa solusi alami ataupun obat-obatan ringan. Dokter berpendapat bahwa flu dan kebanyakan penyakit anak lainnya disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Oleh karena itu, setiap kali sakit, anak tidak selalu perlu diberi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang sering justru melemahkan sistem kekebalan tubuh anak.

7. Tidur yang cukup

Anak-anak membutuhkan tidur lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa agar mereka tetap sehat. Jika kurang tidur dapat menurunkan kinerja dan sistem kekebalan tubuh orang dewasa, masuk akal apabila anak-anak pun mengalaminya, bahkan mungkin lebih buruk. Menurut para pakar, anak-anak prasekolah membutuhkan 10 jam untuk tidur, balita 12-13 jam, dan bayi 18 jam. Maka dari itu, orangtua harus memastikan anak-anaknya tetap mendapat jumlah jam tidur tersebut.

Pahami 8 Fakta Penting Soal Imunisasi

HOME
Sampai saat ini, beberapa pendapat keliru di masyarakat tentang imunisasi masih sering terjadi. Sebagian orang merasa bahwa imunisasi tak diperlukan lagi lantaran pada dasarnya manusia sudah dikaruniakan kekebalan oleh sang pencipta.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Soedjatmiko, Sp.A K (Msi) di sela-sela acara journalist class, dengan tema “Kesehatan Fisik dan Mental Anak Sebagai Investasi Tak Ternilai Bagi Bangsa”, Rabu, (3/8/2011) di Jakarta.


Menurut Soedjatmiko, pendapat tersebut sebetulnya tak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. “Benarnya adalah bahwa memang betul Tuhan telah memberikan kekebalan pada tubuh kita. Tapi kalau kumannya dalam jumlah banyak dan ganas, tubuh kita tidak akan bisa melawan,” katanya.
Ia mencontohkan, pada negara-negara maju yang sosial ekonomi nya baik, gizinya bagus, dan lingkungannya bersih, masih bisa terkena wabah bakteri E Coli. Padahal, sebagaimana diketahui, mereka bukanlah dari sosial ekonomi yang buruk. Pada kasus tersebut Soedjatmiko berkesimpulan bahwa, kebersihan badan, lingkungan dan gizi yang baik belum mampu untuk mencegah penyakit menular.
“Ini untuk mengcounter pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa imunisasi itu tidak perlu,” tegasnya.
Soedjatmiko juga memaparkan 8 fakta seputar imunisasi yang perlu diketahui. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada lagi salah kaprah di masyarakat mengenai imunisasi.

1. Imunisasi merangsang kekebalan spesifik bayi dan anak
Pemberian vaksin akan merangsang peningkatan kekebalan spesifik pada bayi dan anak untuk membunuh kuman atau racun yang dihasilkan oleh kuman yang masuk ke dalam tubuh. Jadi vaksin tidak melemahkan kekebalan tubuh, tetapi justru merangsang peningkatan kekebalan tubuh yang spesifik terhadap kuman atau racun.

2. Imunisasi mencegah penyakit berbahaya
Kalau anak tidak di imunisasi, maka tubuhnya tidak mempunyai kekebalan yang spesifik terhadap penyakit. Bila kuman berbahaya yang masuk bersifat ganas dan banyak, maka tubuh tidak akan mampu melawan, sehingga bisa menyebabkan sakit berat, cacat atau meninggal. Sampai saat ini, imunisasi yang sudah disediakan oleh pemerintah untuk imunisasi rutin meliputi, Hepatitis B, Polio, BCG, DPT, Campak dan vaksin jemaah haji (Maningitis).

3. Imunisasi lebih praktis dan efektif cegah penyakit
Imunisasi lebih praktis, karena sangat cepat meningkatkan kekebalan spesifik tubuh bayi dan anak. Setelah diimunisasi dalam waktu 2-4 minggu, maka akan mulai terbentuk kekebalan spesifik tubuh bayi dan anak untuk melawan kuman. Sementara itu, pemberian ASI, hidup sehat, dan kebersihan lingkungan memang dapat menurunkan risiko serangan penyakit, tetapi membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memperbaikinya. Sehingga lebih sulit dan lebih lama hasilnya dibandingkan imunisasi.

4. Negara maju tetap butuh imunisasi
Negara maju dengan tingkat gizi dan lingkungan yang baik tetap melakukan imunisasi rutin pada semua bayinya, karena terbukti bermanfaat untuk bayi yang diimunisasi dan mencegah penyebaran ke anak sekitarnya. Sampai saat ini menurut data WHO, sekitar 194 negara maju maupun sedang berkembang tetap melakukan imunisasi rutin pada bayi dan balitanya. “Jadi, tidak benar kalau ada informasi yang mengatakan negara kaya tidak membutuhkan imunisasi. Mereka tetap melakukan vaksinasi, bahkan vaksin yang diberikan jauh lebih banyak,” kata Soedjatmiko.

5. Tidak ada negara yang melarang program imunisasi
Sampai saat ini, tidak ada satupun negara yang melarang program vaksin. Semua ahli-ahli di dunia dan pemerintah yakin dan sepakat bahwa program vaksin pentng dan bermanfaat untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit berbahaya.

6. Vaksin imunisasi di Indonesia adalah produk lokal
Vaksin yang digunakan untuk program imunisasi di Indonesia dibuat oleh PT. Biofarma Bandung dan sudah dinyatakan aman oleh badan internasional WHO. Bahkan vaksin buatan Biofarma saat ini sudah digunakan oleh Unicef untuk lebih dari 120 negara didunia. “Masa, negara lain percaya sama produk kita, tapi kita sendiri nggak,” katanya.

7. Pasca imunisasi muncul ‘kejadian ikutan pasca imunisasi’
Setelah imunisasi kadang muncul kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) seperti demam ringan sampai tinggi, bengkak, kemerahan dan gampang rewel. Menurut Soedjamiko, kejadian seperti itu adalah reaksi yang umum terjadi pasca imunisasi. Biasanya dalam hitungan 3-4 hari, gejala tersebut akan berangsur-angasur hilang dengan sendirinya.

8. Setelah diimunisasi masih bisa terkena penyakit, tapi ringan
Soedjatmiko mengatakan, perlindungan imunisasi memang tidak ada yang 100 persen. Artinya, setelah diimunisasi, bayi dan anak masih bisa terkena penyakit, tapi kemungkinannya sangat kecil yakni sekitar 5-15 persen.
HOME

Kumpulan Resep Bubur Untuk Bayi


Variasi Bubur Untuk Anak Bayi

Bubur roti campur papaya
Untuk bayi mulai 6 bulan. Roti gandum yg berserat tinggi dan pepaya dipercaya
dapat melancarkan pencernaan, dikala BAB bayi kita keras.

Bahan‐bahan:
3 lbr Roti tawar gandum atau roti putih
200 ml susu formula/asi/UHT juga bisa jika sudah diijinkan DSA
50 gram pepaya matang, kupas, potong‐potong

Cara membuat:
1. Rebus susu sampai mendidih
2. Masukkan roti sambil dicabik2. Aduk rata sampai menjadi bubur
3. Tunggu dingin, blender bersama pepaya potong

Bubur susu: pear ‐ ayam – keju

Variasi makanan bayi buat umur 6 ‐ 8 bulan.

Bahan‐bahan:
3 sdm Tepung beras
200 ml Susu formula atau susu sapi yg sdh dipasteurisasi
2 buah Pear hijau/kuning
20 gram daging ayam
20 gr keju, iris2 kecil atau parut kasar
Air secukupnya untuk merebus

Cara membuat:
1. Cuci lalu kupas pear, buang bagian keras di sekitar biji. Potong‐potong
2. Rebus pear dan ayam, sampai ayam matang. Air jangan terlalu banyak,
secukupnya saja asal ayam terendam. Sisihkan.
3. Campur tepung beras dengan sebagian susu, aduk sampai larut.
4. Rebus sisa susu sampai mendidih, kemudian masukkan campuran susutepung
beras. Aduk sampai agak mengental.
5. Masukkan pear dan ayam yang sudah direbus, sampai tercampur.
6. Masukkan keju parut, sampai leleh. Tuang dalam wadah, tunggu agak
hangat.
7. Blender sampai halus, bisa ditambah sedikit air dari rebusan pear‐ayam.

Variasi Bubur Nasi

Variasi 1
1. Campuran Bubur Nasi: Wortel dan bayam diparut campur dengan bubur
nasi, direbus lagi dengan kaldu ikan sampai lunak.
2. Lauk: Ikan dibuang duri dan kulitnya & tahu putih direbus, ditiriskan, dicacah
sampai halus, campur kecap asin sedikit. Letakkan diatas campuran bubur nasi.
3. Penutup: Apel diparut, atau boleh dicampur yogurt tawar.

Variasi 2
* Campuran Bubur Nasi: Bubur nasi, lobak, sawi putih dan wortel direbus jadi
satu sampai lunak, kemudian dihaluskan.
* Lauk: Dada ayam di rebus, dicacah, campur dengan ikan tengiri halus.
* Penutup: Melon custard. Rebus air susu formula, beri tepung maizena
sedikit, dan kuning telur ( 1/3 ). Rebus hingga agak kental (sama seperti cara
membuat vla‐nya puding). Kemudian parut melon diatasnya

Bubur Beras Merah

Bahan:
‐ 100 gr beras merah, rendam, tiriskan, haluskan & ayak
‐ 600 cc kaldu ayam
‐ ASI 30ml
‐ 100 gr papaya matang, haluskan
‐ 5 sdm air jeruk manis

Cara membuat:
1) Campur tepung beras merah dengan kaldu ayam, aduk rata, jerang diatas
api sambil diaduk hingga matang. Angkat
2) Tambahkan papaya dan air jeruk manis, aduk rata
3) Tambahkan ASI
4) Berikan pada bayi selagi hangat.

Bubur Sayuran
Berikan makanan sayuran untuk balita kita yang penuh gizi dan sehat...

Bahan:
* 100 gr beras
* 750 ml air
* 1 lembar daun pandan
* 2 batang serai, memarkan
* 1 sdt garam
* 150 gr jagung manis pipilan
* 250 gr labu kuning, potong dadu
* 1 ikat bayam
* 1 ikat kangkung
* 2 ikat daun kemangi
* Pelengkap: sambal tomat dan ikan jambal asin goreng

Cara Membuat:
* Buat bubur: masak beras bersama air, daun pandan, batang serai, dan garam
hingga menjadi bubur yang lunak.
* Masukkan jagung manis dan labu kuning, masak hingga lunak. Tambahkan
bayam dan kangkung, masak sebentar, masukkan kemangi, aduk rata, angkat.
* Sajikan bubur sayuran dengan sambal tomat dan ikan jambal asin.
Untuk: 4 orang

Bubur Sumsum

Bahan bubur:
• 100 gr tepung beras putih (siap beli),
• 600‐700 ml santan (hasil campuran dari 1 kotak santan instant dan air),
• 1 sdt garam,
• 1 lbr daun pandan

Cara Membuat:
• campur semua bahan jadi satu, harus benar2 licin supaya nanti tidak
menggumpal2,
• Masak di atas api sedang sambil diaduk hingga mendidih dan meletupletup.

Bahan Kinca:
• 250 gr gula jawa/aren
• 1 cangkir air
• 1 lbr daun pandan

Cara Membuat:
• Campur bahan kinca, masak hingga gula larut, lalu saring.
• Hidangkan bubur bersama kinca

Bubur Hunkwe Stroberi
(untuk bayi usia 6‐12 bulan)

Bahan:
1 sdm tepung maizena
50 gr stroberi, blender hingga lembut
150 ml air
1 sdm susu formula lanjutan

Cara Membuat:
1. Larutkan tepung maizena dengan air, aduk rata. Rebus dengan api kecil
hingga mendidih dan tekstur mengental.
2. Sesaat sebelum diangkat, tambahkan susu formula lanjutan yang sudah
dilarutkan dengan sedikit air. Tuang stroberi yang sudah dihaluskan, aduk rata.
Masak lagi hingga mendidih. Angkat, sajikan.
Untuk 1 Porsi

Bubur Beras Dan Melon

Bahan:
1 sdm tepung beras
50 gr melon, haluskan hingga lembut
150 ml air
1 sdm susu formula lanjutan, larutkan dengan air

Cara Membuat:
1. Larutkan tepung beras dengan air, didihkan sambil terus diaduk hingga
mengental dan matang.
2. Sesaat sebelum diangkat, tambahkan melon yang sudah dihaluskan dan susu
formula lanjutkan yang sudah di larutkan dengan air. aduk rata, angkat.
hidangkan hangat.
Untuk 1 Porsi

Resep Bubur Gurih
untuk bayi usia 6 ‐ 9 bulan

Bahan:
50 g beras yang sudah direndam air
25 g kacang polong
350 ml air
90 g filet ikan kakap, tim sampai matang
2 kuning telur
3 sendok takar susu formula bubuk

Cara membuat:
‐ Campur beras, kacang polong dan air dalam panci. Tutup panci dan masak
sampai mendidih selama kurang lebih 15 menit. Aduk‐aduk sampai nasi
matang dan lunak.
‐ Masukkan tim filet kakap ke dalam campuran nasi. Tambahkan kuning telur,
aduk rata, angkat. Bubuhi susu formula bubuk, aduk sampai rata.
‐ Haluskan bubur dengan saringan khusus atau masukkan ke dalam blender
dan haluskan. Jika bubur terlalu kental, tambahkan air matang. Angkat dan
hidangkan segera.
Untuk 2 porsi
Tips:
‐ Selain kacang polong dalam kaleng, ada juga kacang polong yang dijual di
pasar swalayan dalam kemasan plastik dan diletakkan di dalam lemari
pendingin.

Variasi Bubur Susu, Mulai 4 Bulan

* Bubur Susu Tepung Beras (1 Porsi)
Bahan:
20 gr tepung beras
250 cc susu
1 sdm gula pasir
5 sdm air jeruk yang manis (jeruk pontianak/medan)

Cara Membuat:
1. Cairkan tepung beras dengan 50 cc susu, aduk rata.
2. Rebus sisa susu bersama gula hingga mendidih, masukkan cairan tepung
beras, aduk terus dengen sendok kayu hingga mengental, angkat.
3. Tuang dalam wadah. Tunggu hingga bubur menjadi dingin, siram atasnya
dengan air jeruk. Siap diberikan pada bayi

Tips Bayi dan Balita - Bermain sambil mandi


Mandi merupakan hal menyenangkan bagi bayi baik mandi pagi yang menyegarkan begitu mandi sore yang menghilangkan kegerahan dan keletihannya.

Basah
~ Bila anda ada bathup, masuklah berdua ke dalam bathup yang telah diisi dengan air hangat.
~ Pegang sang bayi dekat bahu anda sambil percikkan sedikit demi sedikait air dari tangan anda.
~ Perlakukan bayi anda seperti dia hendak berenang sambil tetap dijaga mulut dan dagunya tetap diatas air.
~ Tunjukkan kepada bayi anda bagaimana menepuk-nepukkan air dengan memegang tangannya sehingga menimbulkan percikkan yang mengasyikkan.

Bermain
~ Bayi yang lebih besar akan senang bermain – main dengan mencoba mengisi air dari wadah atas gelas plastik.
~ Bermain gelembung sabun juga sangat menarik bagi sang bayi namun pastikan jangan sampai gelembung ini tidak membuat bayi terpeleset
~ Berikan mainan lainnya seperti bebek karet, kapal-kapalan yang bisa bergerak-gerak di air.

Kebersamaan
~ Bila ada kesempatan tidak ada salah untuk mandi bersama sang bayi hal ini sangat menenangkan dan menyenangkan baginya karena ia tahu betul dia mandi bersama anda
~ Berilah kesan mandi yang menyenangkan sehingga tidak menimbulkan trauma pada bayi yang dapat menyebabkan bayi malas / ogah mandi

SELAMAT MENCOBA ibu…

Informasi Singkat Mengenai Imunisasi

Apakah Imunisasi itu?
Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan perlindungan (kekebalan) di dalam tubuh bayi dan anak.

Apakah tujuan dan gunanya?
Tujuan dan guna imunisasi adalah untuk melindungi dan mencegah terhadap penyakit-penyakit menular yang sangat berbahaya bagi bayi dan anak.

Penyakit-penyakit apa saja yang dapat dicegah dengan imunisasi?
Penyakit yang dapat dicegah terutama pada bayi dan anak adalah :
1. Tuberkolosis (TBC)
2. Difteri
3. Pertusis (Batuk rejan/batuk 100 hari)
4. Tetanus
5. Poliomielitis
6. Campak
7. Penyakit radang hati (Hepatitis B)
8. Penyakit Gondongan (Mump)
9. Penyakit Campak Jerman (Rubella)
10. Penyakit Tifus

Siapa saja yang perlu mendapat imunisasi ?
1. Semua orang terutama bayi dan anak sejak lahir memerlukan imunisasi untuk melindungi tubuhnya dari penyakit-penyakit berbahaya
2. Semua orang yang kontak (berhubungan) dengan penderita penyakit menular tersebut diatas

Aneka Sarapan Anak


Beberapa menu dibawah ini merupakan variasi yang dapat dibuat selain dari menu pada Aneka Sarapan Anak. Menu dibuat sangat sederhana dan sedemikian mudah agar gampang dan tidak memakan waktu lama pada penyajiannya namun tetap mengandung gizi buat si kecil.

MENU 1 : JAGUNG MANIS
Cara membuat : Kupas lalu bersihkan Jagung, Kemudian rebus Jagung manis dan angkat bila sudah matang.
Kemudian sisir jangung dan sajikan di mangkuk dengan ditaburi meses, keju dan sedikit susu kental manis.


MENU 2 : KETAN GULA MERAH KEJU
Bahan :
1/2 liter beras ketan
100 ml santan
1 lbr daun pandan
Garam secukupnya

Cara membuat :
Ketan direndam selama 15 menit, lalu kukus setengah matang, angkat.
Setelah itu masak santan, daun pandan dan garam, santan di aduk terus menerus agar santan tidak pecah.
Angkat setelah mendidih.
Masukan santan ke dalam ketan, aduk-aduk hingga santan habis terhisap ketan.
Kukus kembali hingga matang. Bentuk ketan bulat dan sajikan di piring.
Tuangkan sedikit gula merah yang sudah dicairkan kemudian taburi keju parut.
Siap untuk disantap.

MENU 3 : SANDWICH
Bahan :
Roti, keju, slada, tomat, telor, mayonaise

Cara membuat :
Masak telor menjadi telor mata sapi. Ambil setangkap roti, olesi dengan mayonaise.
Olesi lembaran roti pertama dengan mayonaise kemudian slada, lalu ambil tomat dan roti mata sapi letakkan diatasnya, letakkan lagi keju kemudian tutup dengan lembaran roti yang sebelahnya yang telah diolesi mayonaise. Potong menjadi 4 bagian. Agar isi tidak bergerak kemana-mana boleh ditusuk dengan tusuk gigi diatasnya. Selamat mencoba.


MENU 4 : PISANG REBUS KEJU
Cara membuat : Cuci pisang raja, kemudian rebus pisang hingga matang. Angkat.
Kemudian kupas kulitnya, potong-potong lalu taburi keju bisa ditambahkan sedikit meses.

Selamat sarapan Nak…