Showing posts with label Flora. Show all posts
Showing posts with label Flora. Show all posts

Mengintips Tanaman Paling Rakus di Dunia

Apakah tanaman paling rakus di dunia? Jawabannya adalah Nephentes sp. atau yang lebih dikenal dengan nama kantung semar, tanaman yang pastinya sudah akrab di telinga Anda. Tanaman itu bisa memakan 6.000 rayap setiap harinya untuk mendapatkan nutrisi.


Hah, memakan rayap? Yup, tanaman kantung semar adalah jenis tanaman karnivor, suatu jenis tanaman yang tidak hanya menyerap nutrisi dari tanah, tetapi juga mendapatkannya dari hewan, terutama serangga. Salah satu jenis serangga yang dimanfaatkan tanaman karnivor, terutama kantung semar, adalah rayap. Bukan cuma lalat seperti sering dijadikan contoh.

Kantung semar memiliki bentuk seperti piala dengan lubang di tengahnya. Bagian bibir dari piala tersebut mengandung nektar yang berfungsi sebagai jebakan bagi serangga. Sementara bagian dalam dari piala memiliki permukaan licin, membuat serangga bisa dengan mudah terperosok ke dalam piala.

Di alam bebas, strategi kantung semar agar bisa mendapat makanan ini bekerja dengan baik. Setiap harinya, ribuan serangga berduyun-duyun mendatangi kantung semar. Mereka memadati bagian bibir piala untuk bisa memakan nektarnya dan di tengah kepadatan itu, beberapa rayap yang bernasib sial terpaksa harus jatuh ke bagian dalam piala.

Jika sudah terjatuh, maka tamat sudah. Piala kantung semar akan mengatup, tak memungkinkan serangga untuk melarikan diri. Rayap-rayap itu harus merelakan dirinya menjadi santapan bagi kantung semar. Kantung semar akan menyerap nitrogen pada rayap, kemudian menggunakannya sebagai nutrisi.

Bagaimana ya harus menyaksikan proses kantung semar menjebak dan memakan rayap? Datang saja ke Science Film Festival dan lihatlah film yang berjudul Intelligent Plant. Film ini akan diputar di Blitz Megaplex Pacific Place pada hari Minggu (21/11/2010) pukul 11.00 dan Sabtu (27/11/2010) pukul 13.00.

Film ini juga bisa ditonton di PPIPTEK TMII Hari Minggu (21/11/2010) pukul 12.00, hari Sabtu (27/11/2010) pukul 12.00, dan hari Selasa (30/11/2010) pukul 12.00. Film juga akan diputar di kampus Universitas Paramadiana Mampang pada hari Minggu (21/11/2010) pukul 12.00, Sabtu (27/11/2010) pukul 12.30, dan Selasa (30/11/2010) pukul 12.00.

Kesempatan menonton film bisa didapatkan gratis dengan menelepon Goethe Institute di nomor 0858-9057-9010 atau 021-23550208 ext 131. Pemesanan juga bisa dilakukan dengan mengirim e-mail ke sff@jakarta.goethe.org. Begitu Anda memesan, nama Anda akan tercatat di daftar penonton sehingga Anda tak memerlukan tiket fisik.

Pemesanan juga hanya bisa dilakukan lewat telepon atau e-mail, tidak bisa langsung memesan di tempat. Ketika Anda memesan, Anda tinggal menyebutkan judul film dan tempat menonton yang diinginkan. Bagian pemesanan akan memberitahukan pada Anda jika tempat duduk sudah habis sehingga Anda bisa merencanakan kesempatan lain untuk menonton.

Di film Intelligent Plants, Anda juga akan mendapatkan banyak sekali informasi tentang tanaman. Misalnya, tanaman putri malu yang ternyata bisa dibius, tanaman tali sepatu penyihir yang menjadi parasit pintar juga tanaman yang durinya dijadikan rumah bagi para serangga untuk membesarkan anakannya.


Berintips : Kumpulan Berita, Informasi dan Tips
Follow Berintips On Twitter @Berintips

Pohon Cendana di Timor Nyaris Punah

Beberapa Pohon Cendana Berusia 8 Tahun Yang Ditanam di Halaman Belakang Kampus Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Selasa (03/04/2012)


KEFAMENANU, KOMPAS.com - Pohon cendana Timor, khususnya Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur yang pada abad ke-15 sempat menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa karena memiliki keharuman yang khas, kini nyaris hanya tinggal nama. Pohon ini terbilang nyaris punah.

Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kehutanan Kabupaten TTU sampai tahun 2012 ini tercatat hanya tinggal 45.428 pohon saja, yang tersebar merata di 24 Kecamatan. Padahal pada era sebelumnya, sekitar akhir tahun 80-an saja, jumlah pohon cendana tidak bisa dihitung karena jumlahnya yang sangat banyak.

"Pohon Cendana sekarang sangat susah ditemukan dan nyaris punah akibat penebangan secara besar-besaran untuk kebutuhan komersil. Kemudian tidak diimbangi dengan penanaman kembali oleh masyarakat karena pohon cendana dianggap sebagai pohon milik pemerintah. Sehingga, masyarakat tidak terlalu peduli dengan perawatan pohon cendana meskipun tumbuh di kebun maupun pekarangan rumahnya. Bahkan, karena dianggap tidak menguntungkan secara pribadi, akhirnya pohon tersebut ditebang," jelas Stefanus Sio, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Timor, Selasa (3/4/2012).

Menurut Sio, budidaya cendana yang dilakukan sekarang memang bagus, tetapi pertumbuhannya lama bila dibandingkan dengan pertumbuhan cendana secara alami. "Perlu waktu sekitar 25 tahun baru bisa mendapatkan cendana yang sudah matang jika dibandingkan dengan pertumbuhan yang alami yang menurut penelitian, biasanya biji cendana yang dimakan oleh burung kemudian disebarkan di dalam hutan itu, pertumbuhannya akan lebih cepat dan kualitasnya bagus," kata Sio.

Berdasarkan sejarahnya, kata Sio, semasa pemerintahan penjajahan Hindia Belanda di Timor, seluruh pohon cendana diberi cap sebagai milik pemerintah. "Begitupun juga setelah Belanda meninggalkan pulau Timor, pohon cendana ini juga tidak secara otomatis kembali ke tangan pemilik, karena pada masa kemerdekaan ada Peraturan Daerah (Perda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor 11 Tahun 1966 dan dilanjutkan Perda Nomor 16 Tahun 1986 yang menegaskan kepemilikan cendana oleh pemerintah," kata Sio.

Dalam Perda tahun 1966, rakyat mendapat 50 persen hasil penjualan cendana yang diambil dari tanah milik rakyat, tetapi dalam Perda tahun 1986 porsi rakyat sebagai pemilik cendana tinggal 15 persen. Dampak dari peraturan pemerintah itu membuat rakyat enggan menanam cendana.

Terkait dengan hal itu, Sekretaris Dinas Kehutanan TTU Karolus Mance mengatakan Pemerintah Daerah TTU sudah melakukan langkah penyelamatan pohon cendana. Pemda memandang, cendana merupakan aset yang sangat berharga, dan dapat diselamatkan dengan melakukan pembibitan anakan cendana dari biji cendana.

"Sesuai dengan tekad Pemerintah Propinsi yang mau mengembalikan harum cendana di Pulau Timor pada umumnya dan Kabupaten TTU khususnya, maka mulai tahun 2011 lalu, Pemerintah TTU telah mengalokasikan dana sebesar Rp 100 juta khusus untuk pengembangan cendana. Sehingga diharapkan ke depan populasi cendana akan semakin meningkat karena untuk pengembangan sendiri tidak susah, karena Kabupaten TTU adalah daerah endemik cendana," kata Mance.

Berintips : Berita, Informasi dan Tips
Twitter @BerinTips

Bunga Poppy, Si Cantik yang Mematikan



Bunga poppy termasuk ke dalam jenis bunga-bunga liar yang biasanya tumbuh mengelompok di padang rumput atau pegunungan. Jenis bunga ini sekarang sudah banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias. Keragaman warnanya yang menarik seperti merah jambu, putih, kuning, oranye, merah darah, biru, atau ungu menjadikan bunga ini cukup diminati. Kesannya yang ringkih dan mudah terluka semakin membuatnya mempesona.
Tanaman ini lebih kurang terdiri dari 120 spesies, termasuk diantaranya yang dipakai sebagai bahan baku opium. Bunga-bunga liar berumur bervariasi antara satu hingga tiga tahun ini banyak dijumpai di Eurasia, Afrika dan Amerika Utara (Kanada, Alaska, Rocky Mountains).

Sudah lama bunga poppy digunakan sebagai simbol kematian atau tidur panjang. Ekstrak opium dari bunga poppy dan warnanya yang merah darah sering dikaitkan dengan dua hal tersebut. Dalam budaya Romawi, bunga ini dipakai sebagai persembahan untuk orang yang meninggal dan dipahat di batu-batu nisan sebagai lambang tidur abadi. Versi lain menyebutkan bunga ini dianggap sebagai pertanda reinkarnasi setelah kematian.

Di Eropa dan negara-negara Commonwealth, bunga poppy - terutama yang berwarna merah - sering dipakai untuk memperingati korban-korban Perang Dunia I pada tanggal 11 November setiap tahun, baik serdadu maupun penduduk sipil. Di Selandia Baru dan Australia, bunga poppy melambangkan Returned Services Association pada peringatan ANZAC Day setiap tanggal 25 April. Jenis golden poppy menjadi bunga resmi negara bagian California di Amerika.

Opium diproduksi dari cairan yang diperoleh dari kelopak bunga poppy - bernama Latin Papaver somniferum - sesudah mekar. Meskipun kecil persentasenya,* hampir seluruh bagian bunga ini dapat mengandung jenis bahan baku narkotika atau alkaloid, terutama morfin dan kodein. Karena kandungan morfin-nya ini, bibit bunga poppy dilarang di Singapura dan karena alasan religius juga menjadi hal yang tabu di Saudi Arabia.



Produksi opium hingga saat ini terkonsentrasi di Afghanistan. Hingga tahun 1991 ada istilah Segitiga Emas untuk menyebut Thailand, Laos dan Birma (sekarang Myanmar) sebagai penghasil utama opium.
Dahulu opium murni sering digunakan di resep-resep masakan Cina hingga abad ke-18. Kebiasaan menghisap opium pertama kali ditemukan d Formosa (sekarang Taiwan). Opium waktu itu digunakan sebagai salah satu terapi pengobatan disamping fungsi rekreatif lainnya. VOC melihat peluang itu dan sempat memperdagangkan candu ini di Eropa selain kopi, teh dan rempah-rempah dari Nusantara.

Sampai saat ini, kecanduan opium masih menjadi problem sosial dan medis di seluruh dunia. Morfin adalah satu obat penghilang rasa sakit yang paling efektif. Kodein diindikasikan sebagai obat batuk mujarab dan dalam dosis minim dapat menghentikan diare.
Anehnya, biji poppy dikonsumsi di banyak tempat di Eropa. Biji poppy sering dimakan bersama pasta atau direbus bersama susu. Poppy seed atau maanzaad dalam Bahasa Belanda ini kerap digunakan sebagai isi atau topping produk roti. Biji poppy juga sering digunakan dalam masakan Bengali di India.

Poppy atau klaproos dalam Bahasa Belanda mempunyai sejarah yang panjang. Bunga ini sudah dikenal sebagai ornamen dekoratif di Mesopotamia sejak tahun 5000 sebelum Masehi.
Jenis bunga ini banyak ditemukan di kuburan Mesir kuno. Dalam Mitologi Yunani, poppy diasosiasikan dengan Demeter - dewi kesuburan dan agrikultur.

Di kehidupan modern, poppy sering dipakai sebagai bunga hias selain bunga-bunga dominan lainnya seperti mawar, tulip, lili, anggrek atau bunga matahari. Kelopak bunganya yang dikeringkan juga dapat dijadikan dekorasi apik.* Bunga atraktif ini pantas mendapat tempat khusus di kebun pribadi atau taman kota.
Kesan negatifnya sebagai bunga pemadat dan coraknya yang banyak dipakai sebagai inspirasi hippies di tahun 60-an yang kental dengan jargon sex, drugs and rock-and-roll boleh jadi sudah memudar belakangan ini.

Bunga Bangkai Bisa Mengeluarkan Asap

Bungai Bangkai

Bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum adalah salah satu jenis bunga endemik Sumatera. Jenis ini dideskripsikan pertama kali oleh ahli botani asal Italia, Odoardo Beccari, pada 1878.

Salah satu tempat koleksi Amorphphallus titanum adalah Kebun Raya Bogor. Tercatat, perbungaan bunga yang juga sering disebut Titan Arum ini telah terjadi sejak tahun 1942. Saat ini, salah satu individu bunga akan segera mekar.

Meski sudah sering mekar, banyak masyarakat tak memiliki kesempatan melihatnya. Tak banyak pula yang tahu tentang keunikan bunga bangkai yang bahkan menarik minat warga asing ini.

Salah satu fakta unik Amorphaphallus titanum yang belum banyak diketahui adalah bunga bangkai ini ternyata mengeluarkan asap pada malam hari ketika mendekati waktu perbungaan.

"Ini sebenarnya terjadi karena perbedaan suhu di dalam dan di luar bunga. Suhu bunga bisa setara dengan suhu otak manusia yang merupakan bagian tubuh terpanas," ungkap Yuzammi, peneliti bunga bangkai di Kebun Raya Bogor, dalam konferensi pers, Jumat (27/1/2012).

Sebab panasnya suhu di dalam bunga belum banyak diketahui saat ini. Namun, menurut Yuzammi, hal itu terkait dengan fisiologi bunga menjelang mekar.

"Ini mungkin seperti hewan yang sedang berahi. Hormon-hormonnya aktif sehingga berpengaruh terhadap suhu. Ini menunjukkan kalau tanaman juga sama seperti hewan dan makhluk hidup lain," tutur Yuzammi.

Akibat mengeluarkan asap dan ditambah ukurannya yang raksasa, ada banyak mitos yang berkembang seputar Titan Arum di berbagai daerah.

"Bunga ini jadi banyak dibasmi karena ukurannya yang besar dan dianggap sebagai pemakan anak kecil. Di Bengkulu, tanaman ini juga dibabat karena disangka punya tangkai yang memiliki mustika mandraguna," ujar Yuzammi.

Yuzammi menegaskan, tak ada hal yang berbau klenik menyangkut Amorphophallus titanum. Apa yang terjadi terhadap jenis bunga bangkai tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah.

Bunga bangkai ini justru istimewa. Pemerintah Korea Selatan bahkan berminat mengajak Indonesia untuk memamerkannya. Kini, Kebun Raya Bogor terus melakukan penelitian tentang bunga bangkai ini, termasuk bekerja sama dengan Korea Selatan untuk mengawetkannya sehingga bisa dilihat banyak orang.

Sumber : Di Sini

Khasiat tumbuhan Putri Malu


Putri malu (Mimosa pudica L.) adalah tumbuhan liar. Ciri khas tumbuhan ini adalah daunnya mengatup jika disentuh serta memiliki duri di batangnya. Baik secara medis maupun empiris, putri malu bisa mencegah dan mengobati beberapa penyakit.

Kandungan:
- Tanin
- mimosin
- asam pipekolinat



Khasiat:
Rebusan putri malu telah diuji mampu mencegah dan mengobati hepatitis. Caranya dengan merebus putri malu sebanyak 10 gram dengan air 200 cc sampai mendidih selama 15 menit. Hasil rebusan diminum rutin.

Khasiat lain, putri malu secara empiris dapat mengatasi insomnia, batuk bronkitis, dan rematik.

sumber: http://haxims.blogspot.com/2010/03/khasiat-tumbuhan-putri-malu.html

Daftar Tanaman Langka yang Dilindungi di Indonesia


Tumbuhan Langka di Indonesia.
Indonesia sangat terkenal dengan keanekaragaman jenis tumbuhan. Bahkan Indonesia diklaim sebagai negara dengan keanekaragaman jenis tumbuh-tumbuhan nomor 2 di dunia. Kita tentu saja patut berbangga bahwa sebenarnya negara kita tercinta Indonesia ini menyimpan kekayaan yang tak ternilai. Namun dibalik semua itu rupanya kita menyimpan keprihatinan bahwa diantara keanekaragaman jenis tumbuhan yang kita miliki tersebut, beberapa diantaranya sudah masuk dalam kriteria langka atau nyaris punah.

Sangat disesalkan bahwa masih banyak orang Indonesia yang tidak menyadari bahwa akibat kekurang pedulian kita, tumbuhan-tumbuhan langka di Indonesia perlahan-lahan punah. Lihat saja kasus pembalakan hutan secara serampangan, ilegal logging, jual beli tanaman langka, pembakaran hutan dan lain sebagainya. Sadarkah kita bahwa kelakuan seperti ini menyebabkan tanaman-tanaman langka akan "lenyap" dari bumi Indonesia tercinta ini?

Berikut ini beberapa nama tumbuhan langka di Indonesia yang patut dilindungi dan dilestarikan.

1. Balam Suntai (Palaquium walsurifolium)
2. Bayur (Pterospermum sp)
3. Bulian, Ulin Eusideroxylon zwageri
4. Cendana (Santalum album)
5. Damar, Kopal Keruling (Agathis labillardieri)
6. Durian (Durio Zibethinus)
7. Enau (Arenga pinnata)
8. Eucalyptus (Eucalyptus sp)
9. Hangkang (Palaquium leiocarpum)
10. Hongi / saya (Myristica argentea)
11. Imba (Azadirachta indica)
12. Jambu Monyet (Agathis Lalillardieri)
13. Jelutung (Dyera sp)
14. Kapur Barus (Dryobalanops camphora)
15. Katiau (Ganna metloyauma)
16. Kayu Bawang (Scorodocarpus borneensis)
17. Kayu Hitam (Diospyros sp)
18. Kayu Kuning (Cudrania sp)
19. Kayu Manis (Cinnamomun burmannii)
20. Kayu Sepang (Caesalpina sappan)
21. Kemenyan (Styra sp)
22. Kemiri ( Dipterocarpus sp)
23. Keruling (Dipterocarpus sp)
24. Ketimunan (Timonius sericcus)
25. Kulit Lawang (Cinnamomun cullilawan)
26. Ipil (Instsia amboinensis)
27. Malam Merah (Palaquium gutta)
28. Massoi (Cryptocaria massoi)
29. Mata Buta / Garu (Excoecaria agallocha)
30. Mata Kucing / Damar (Shorea sp)
31. Purnamasada (Cordia subcordata)
32. Sawo Kecik (Manilkata kauki)
33. Sonolkeling (Dalbergia latifolia)
34. Suren (Toona sureni)
35. Taker, Benuang (Duabanga moluccana)
36. Tembesu (Fagraea fragrans)