Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

10 Pulau Terbaik di Dunia Versi Travel Leisure, Salah Satunya Ada di Indonesia

Bali Island [Pulau Bali] merupakan pulau yang selalu dikunjungi wisatawan karena keunikan budaya dan keindahan panorama alamnya serta keramahan penduduknya, ternyata menempati urutan [Rank] 5 Pulau Destinasi Wisata di Dunia. Anda Tidak Percaya? Ini Buktinya, Kami akan memberikan Informasi kepada anda 10 Pulau Destinasi Wisata Terbaik di Dunia Tahun 2014.

"Bali Island, Indonesia is TOP 5 Best Traveling Island in The World"

Rank 1
Santorini, Greece


Rank 2
Maui Island, Hawaii


Rank 3
Kauai Island, Hawaii


Rank 4
The Big Island, Hawaii


Rank 5
Bali Island, Indonesia


Rank 6
Oahu Island, Hawaii


Rank 7
Galapagos, Equador


Rank 8
Virgin Gorda, British Virgin Island


Rank 9
Vancouver Island, Canada


Rank 10
San Juan Island, Washington

Source :

Ini Dia Beach Club Terbaik di Pulau Bali

Berlibur ke Bali tak lengkap rasanya jika belum menikmati indahnya pantai ditemani segelas cocktail atau sebotol bir. Kali ini Bali Media Info memberikan anda rekomendasi "Beach Club" Terbaik yang ada di Bali yang wajib anda kunjungi.

Karma Kandara Private Beach Club, Ungasan, South Kuta, Bali

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Potato Head Beach Club at Petitenget, Bali

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Finn's Beach Club Ungasan, South Kuta, Bali

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mozaic Beach Club - Romance & Fine Dining

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Cocoon Beach Club Bali


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Komune Beach Club at Keramas, Gianyar Bali

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ku De Ta Beach Club Seminyak Bali

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

EL Kabron Beach Club On a Cliff at Pecatu Bali

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
LV 8 Beach Club - Chill Out in Canggu Bali
Details

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Klapa Beach Club

Details

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Royal Beach Club Bali at Candidasa East Bali, Karangasem
Details

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lembongan Island Beach Club
Details

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Le Pirate Nusa Ceningan Island Beach Club

Details

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Source

Indahnya Panorama Pantai Pasih Uug "Broken Beach" Nusa Penida Bali



Pantai Pasih Uug (Broken Beach) Nusa Penida

This is a very unique beach. You can't find a beach like this in any parts of this world, except on Nusa Penida island. There is a very deep clift with beautiful view, beautiful sunset, and if you are lucky, you can see a lot manta rays and some turtles on the sea. And there is a big natural pool, with about a hundred meters in diameter. The pool was found because of the broken clift (land).

Deep Cliff at Pantai Pasih Uug (Broken Beach)  Nusa Penida Bali

Pantai Pasih Uug (Broken Beach) Pulau Nusa Penida merupakan kawasan wisata yang sangat unik. Dari namanya saja 'Pasih Uug' (Bahasa Bali) diartikan sebagai pantai yang rusak. Meskipun diartikan demikian, kawasan wisata ini justru menjadi kawasan wisata yang benar-benar unik dan menarik

Pantai Pasih Uug (Broken Beach) Nusa Penida mungkin tidak jauh berbeda seperti Kawasan wisata Uluwatu yang ada di Pulau Bali. Hanya saja, di Pantai Pasih Uug tidak ada objek wisata seperti pura ataupun kera. Namun, Pemandangan di Pantai Pasih Uug (Broken Beach) ini tidak kalah indahnya dengan Uluwatu. Selain itu, Pantai Pasih Uug jauh lebih tenang dan nyaman karena letaknya yang jauh dari pemukiman penduduk. Untuk berwisata ke Pantai Pasih uug inipun sampai saat ini, tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. 

Hancurmya kawasan ini justru menjadi daya tarik yang sangat luar biasa. Panorama di pantai pasih uug ini sangat indah dan tenang. Disana, kita dapat menyaksikan perpaduan dua objek wisata sekaligus yaitu objek wisata perbukitan hijau dan objek wisata laut biru. 

Ini adalah pantai yang sangat unik. Anda tidak dapat menemukan pantai seperti ini di setiap bagian dunia ini, kecuali di pulau NusaPenida. Ada Clift sangat mendalam dengan pemandangan indah, matahari terbenam yang indah, dan jika Anda beruntung, Anda dapat melihat banyak ikan pari dan beberapa penyu di laut. Dan ada sebuah kolam alam besar, dengan sekitar seratus meter dengan diameter. Kolam itu ditemukan karena Clift rusak (tanah). 

Ketika melihat ke lautan, kita dapat menyaksikan hamparan lautan yang biru dan juga melihat banyaknya ikan pari yang berenang dengan bebasnya 

Pasih Uug terletak di Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar, Lebih tepatnya di NusaPenida bagian barat. Untuk menjangkau tempat ini, kita harus rela melewati jalan setapak dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Itu karena jalan raya yang menuju kesana, belum sepenuhnya menjangkau sampai ke lokasi Pasih Uug.

Manta Rays at Pantai Pasig Uug (Broken Beach) Nusa Penida Bali
All Information About Bali Island

Inilah Rekor Dunia yang Dimiliki Dubai

Majalah National Geographic pernah menjuluki Dubai sebagai "Sudden City" karena pembangunannya yang luar biasa cepat. Hanya dalam waktu kurang dari tiga dekade, kawasan gurun pasir di kawasan Teluk Persia itu bisa disulap menjadi salah satu metropolitan paling modern di dunia. Saking masifnya pembangunan di kota itu, Dubai tercatat sebagai kota dengan pembangunan paling cepat sepanjang sejarah umat manusia!

Tetapi, bukan cuma rekor itu yang dimiliki Dubai. Ada belasan rekor dunia lainnya yang sudah pasti membuat Anda berdecak kagum. Daftar rekor ini masih akan bertambah karena Dubai masih akan membangun hal-hal yang serba superior di dunia. Mau tahu rekor apa saja yang dimiliki Dubai? Inilah daftarnya.

Burj Khalifa
Inilah rekor dunia milik Dubai yang paling sering disebut-sebut. Burj Khalifa merupakan struktur bangunan tertinggi di muka bumi ini. Tingginya mencapai 818 meter, hampir dua kali tinggi Menara Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia. Biaya pembangunan gedung ini mencapai 4,1 triliun dollar AS.

The Dubai Mall
Belum puas dengan gedung tertinggi di dunia, Pemerintah Emirat Dubai juga membangun mal terluas di dunia. Luas pusat perbelanjaan ini mencapai 1,12 juta meter persegi. Mau tahu ada berapa toko di dalamnya? The Dubai Mall memiliki lebih dari 1.200 toko! Anda pasti tidak bisa melihat semua toko di sana hanya dengan sekali kunjungan!

Burj Al Arab


Burj Al Arab adalah ikon milik Dubai yang paling terkenal. Arsitektur bangunannya meniru bentuk kapal layar, terletak di sebuah pulau buatan di pinggir pantai. Burj Al Arab adalah hotel bintang tujuh yang pertama dan tertinggi di dunia, serta salah satu hotel termahal di dunia. Untuk menginap di kamar yang paling murah, Anda harus merogoh kocek sebanyak 1.800 dollar AS. Mau tahu berapa tarif termahal di hotel ini? Tarif kamar president suite di Hotel Burj Al Arab adalah 18.000 dollar AS.


The Torch

Memiliki 86 lantai dengan ketinggian 348 meter, The Torch adalah gedung apartemen tertinggi di dunia. Ini mengalahkan Q1 Tower di Gold Coast, Australia, yang sebelumnya memegang rekor pusat hunian tertinggi di dunia. The Torch berlokasi di Dubai Marina, kawasan hunian prestisius di Dubai yang terletak di tepi laut.


Palm Jumeirah

Pulau buatan yang berbentuk pohon palem ini diklaim sebagai "Eight Wonder of the World". Luas Palm Jumeirah sekitar 800 kali lapangan sepak bola, yang merupakan pulau buatan terbesar di dunia. Di pulau buatan ini didirikan hotel, kondominium, dan resor mewah.


Dubai International Airport

Terminal 3 Dubai International Airport tercatat sebagai gedung terbesar di dunia menurut luas lantai. Luasnya mencapai 370 hektar dan mampu menampung sampai 43 juta penumpang tiap tahunnya.


The World

Jika Palm Jumeirah memegang rekor sebagai pulau buatan terbesar di dunia, The World memiliki rekor sebagai kepulauan buatan terbesar di dunia. Ada lebih dari 300 pulau buatan di sana dan semuanya dibuat dari batu dan pasir gurun. Disebut The World karena bentuk kepulauan ini dibuat menyerupai peta dunia.


Dubai Fountain

The Dubai Fountain adalah air mancur buatan yang terbesar dan tertinggi di dunia. Air mancur ini mampu menyemprotkan air sampai setinggi 275 meter atau kira-kira setinggi gedung berlantai 50. Dalam waktu seketika, air mancur ini bisa menyemprotkan air sebanyak 22.000 galon air.

Dubai Aquarium

Dubai Aquarium tercatat dalam Guinness World Record sebagai akuarium yang memiliki panel akrilik terbesar di dunia. Panel raksasa ini tebalnya 0,75 meter, lebarnya 32,88 meter, dan tingginya 8,3 meter. Akuarium raksasa ini berada di dalam The Dubai Mall.

Dubai Ski Indoor

Dubai ski adalah arena indoor ski yang pertama dan terbesar di dunia. Meskipun beriklim padang pasir, kita bisa bermain ski di Dubai! Panjang lintasan ski buatan ini mencapai 400 meter. Lokasinya berada di dalam Mall of Emirates.


Dubai Metro

Dubai Metro adalah sistem angkutan kereta otomatis terpanjang di dunia. Panjangnya mencapai 72 kilometer, mengalahkan Vancouver Skytrain yang ada di Kanada. Dubai Metro dikendalikan secara otomatis tanpa sopir. Meski tidak dikendalikan manusia, sistem keamanannya adalah salah satu yang terbaik di dunia.


Dubai Marina

Dubai Marina merupakan waterfront buatan terpanjang serta pusat hunian di pinggir pantai yang terluas di dunia. Sepanjang Dubai Marina terdapat lebih dari 200 gedung apartemen, hotel, perkantoran, dan pusat perbelanjaan.


Dubailand

Ini adalah taman ala Disney World terluas di dunia. Luasnya mencapai 278 kilometer persegi, kira-kira sepertiga luas provinsi DKI Jakarta. Akibat krisis global, pembangunan Dubailand sempat tersendat-sendat. Proyek taman bermain terluas di dunia ini diperkirakan selesai pada 2016. (Hairun Fahrudin)


Menurut Berintips:
Jangan Heran, Ini Semua Namanya Sedia Payung Sebelum Hujan
Dubai Menciptakan Fasilitas Pariwisata Seperti Ini Karena, Dubai Akan Mengalami Krisis Minyak Bumi di Awal Tahun 2020, Sehingga Dubai Menjadikan Negaranya Menjadi Negara Dengan Basis Pariwisata.
Indonesia sudah Kaya Akan Hasil Alam, Alamnya Indah Pula, Jadi Kita Jauh Lebih Baik dari Dubai, Asalkan Pemerintah di Negeri Ini bisa Mengelola dan Bebas KORUPSI 

Belajar Kesederhanaan dari Suku Kajang di Sulawesi

Suku Kajang, salah satu suku tradisional, yang terletak di Sulawesi Selataan, tepatnya sekitar 200 km arah timur kota Makassar. Suku ini mempunyai ciri khas khusus dengan pakaian serba hitam, memakai sorban warna hitam, dan tanpa alas kaki, walau panas terik matahari, atau berjalan ke kota sekalipun.





Mereka memegang tradisi nenek moyang yang disebut dengan “pappasang”, semacam hukum tidak tertulis yang tidak boleh dilanggar. Siapa yang melanggar akan kena “pangellai”, teguran atau hukuman. Salah satu bunyi hukum yang ada dalam “pappasang” adalah “Kajang, tana kamase-masea”, yang artinya tidak jauh dengan, “Kajang tanah yang sederhana/miskin”.

Dengan adanya “pappasang” ini, sehingga orang-orang yang berdiam dalam kompleks adat suku kajang, tidak mau menerima yang namanya kemegahan dunia. Siapa yang mau kaya, harus keluar dari kompleks adat, karena tanah Kajang sendiri tidak menyiapkan kekeyaan itu, karena sudah disebutkan dalam “pappasang”.

Kemegahan dunia yang dimaksud berdasarkan interpretasi “amma toa” (Kepala Adat Suku Kajang) dan orang-orang suku kajang adalah menolak paham dari luar ataupun program-promgam pemerintah yang dianggap dapat mengancam keberadaan mereka, atau akan melanggar ”pappasang, Kajang tana kamase-masea”. Di kompleks adat Kajang, jangan anda mencari tempat untuk cash HP kalau baterai HP anda lagi low bet, karena di situ tidak tersedia listrik. Ketidakadaan listrik di dalam kompleks adat, bukan karena tidak tersentuh oleh program pemerintah, tetapi “amma toa” sendiri yang menolak di pasang listrik, karena dianggap akan melanggar “pappasang”, karena listrik di anggap sebuah kemewahan. Padahal keberadaan listrik di Kajang Luar sudah ada sejak tahun 1980-an. Perlu di ketahui, Kajang di bagi dua secara geografis, yaitu kajang dalam (suku kajang, mereka di sebut “tau Kajang”) dan kajang luar (orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang yang relatif lebih modern, mereka di sebut “tau Lembang”).

Bukan hanya listrik yang dilarang masuk di suku Kajang, tetapi segala sesuatu yang dianggap melanggar “pappasang, Kajang, tana kamase-masea”. Contoh lainnya adalah pembangunan jalan raya, kendaraan, sekolah, bahkan cara berpakain sekalipun. Memasuki kompleks adat, anda akan dilarang untuk memakai pakaian yang mencolak, yang mencerminkan kemewahan, misalnya dengan warna merah, atau memakai sandal atau sepatu, anda akan di kenakan sanksi adat ataupun tidak dibiarkan masuk ke kompleks adat.

Ciri khas lain, suku Kajang yang dapat dilihat adalah dari bentuk rumah yang unik. Bangunan rumah khas Sulawesi Selatan secara umum adalah rumah panggung. Tapi suku Kajang mempunyai ke unikan bentuk rumah panggung tersendiri yakni, dapurnya terletak di depan, menghadap jalan utama. Jadi, kalau anda memasuki salah satu rumah “tau Kajang”, yang pertama nampak adalah dapur. Ini melambangkan kesederhaan, dan mau menunjukkan apa adanya.

Melihat keadaan alam suku Kajang, masih sangat asli. Di dalam kompleks adat ada sebuah hutan, dimana masyarakat di larang mengambil kayunya, walau itu hanya untuk kayu bakar sekalipun, yaitu hutan “Karanjang”. Kalau ada yang melanggar, akan di kenakan sanksi adat. Hutan “Karanjang” sendiri adalah tempat untuk ber-haji-nya orang-orang Kajang (tau Kajang). Sehingga hutan “Karanjang” tidak lepas dari penjagaan adat dan penuh dengan bau mistic.

Suku unik, alami, sederhana, alam yang masih asri, hutan yang masih terjaga, dan lain-lain, menjadikan Kajang adalah salah satu pavorit wisata budaya. Salah satu yang membuat terhambatnya wisata kesana adalah, ketakutan orang luar memasuki Kajang. Karena mendengar orang Kajang sendiri orang akan takut akan “dotinya”, semacam sihir dan kekuatan ghaib yang bisa mematikan. Selain itu, “tau kajang” sendiri agak tertutup dengan orang-orang luar.

Orang-orang Eropa yang berwisata ke pasir putih, daerah wisata tanjung Bira, Bulukumba sekitar 30 km dari Kajang, biasanya tidak melewatkan suku Kajang sebagai salah satu favorite wisata budaya mereka. Apalagi jika orang Eropa itu adalah orang-orang Belanda, secara khusus mempunyai nama tersendiri di dalam “pappasang” suku Kajang. Di dalam “pappasang” hubungan antara orang-orang Kajang dan orang-orang Belanda ada hubungan “saudara”. Hubungan antara “tau Kajang” dengan Belanda sangat erat dalam ikatan darah dan budaya.

Shibuya: Tongkrongan Malam Paling Sibuk di Tokyo


Shibuya selalu menjadi tempat nongkrong favorit saya setiap kali mampir ke Tokyo. Daerah perbelanjaan yang terletak di sebelah barat Tokyo ini selalu terlihat sibuk, terutama jika dilihat dari pejalan kaki yang lalu-lalang.

Kesibukan itu justru membuat perasaan nyaman sekaligus semangat seperti sedang merasakan detak jantung sebuah kota.

Saat larut malam dan suhu semakin dingin, menikmati waktu sendirian di pojok Starbucks yang berada di gedung Qfront adalah sebuah relaksasi tersendiri. Gedung QFront ini tutup sampai jam 2 pagi, sedangkan Starbucks tutup sampai jam 4 pagi. Jadi, puas deh kalau cuma ingin leyeh-leyeh, sambil merasakan sedikit gaya bergaul anak muda Tokyo.



Sambil ditemani cafe latte, saya menikmati pemandangan lalu-lalang para pejalan kaki melintas penyeberangan Shibuya yang terkenal paling ramai itu. Seru sekali melihat orang berjalan dari lima arah jalan seperti menuju satu titik di tengah, tetapi tidak ada yang bertabrakan. Dan begitu lampu berganti warna, serentak pejalan kaki “menghilang”.


Shibuya memang dikenal daerah trendi di kalangan muda Tokyo. Barang yang dijual di daerah ini pun kebanyakan untuk konsumsi anak muda seperti peralatan elektronik, CD dan DVD. Model baju dan desain aksesoris yang dijual di toko ataupun mal di situ pun menunjukan selera untuk anak muda.

Harganya cukup terjangkau untuk model baju yang cukup unik dan tidak mungkin dijual di Indonesia. Tempat yang wajib dimasuki adalah Shibuya 109 (Shibuya ichi maru kyu). Di gedung sepuluh lantai terdapat ratusan butik kecil.


Walau sempat berbelanja beberapa baju di situ, bagi saya, Shibuya adalah surga untuk berburu koleksi langka CD dan DVD. Di gedung QFront, terdapat Tatsutaya Records yang terdiri dari enam lantai. Di bagian basement, dijual pula CD, DVD, komik/manga, sampai VHS dan piringan hitam bekas dalam kondisi yang masih bagus. Saat membeli, kita diberi garansi tiga hari jika barang bekas itu rusak.

Dari toko musik ini juga, mata saya seperti terbuka mengapa penjualan fisik produk-produk hiburan di Jepang bisa terus hidup. Di lantai atas ada yang khusus untuk penyewaan semua produk yang dijual, termasuk koleksi terbaru mereka. Begitu juga di toko rekaman lainnya seperti Tower Records, Disk Union, RECOfan dan Apple Store yang letaknya berdekatan satu sama lain.

Bahkan, beberapa toko terakhir menyediakan juga meja dan booth untuk penjualan musik online. Dengan berbagai pilihan untuk mengkoleksi musik yang begitu mudah di lokasi strategis pula, wajar jika bisnis musik di Jepang menjadi salah satu “raja” di dunia.

Daerah yang juga wajib dijelajahi saat mampir di Shibuya adalah Center-gai. Gang kecil ini tidaklah terlalu panjang, hanya sekitar 36 meter tetapi di sepanjang jalan inilah berjejeran restoran, toko ramen, bar, butik, arkade permainan dan berbagai macam toko. Jalan ini merupakan daerah tersibuk di Shibuya.


Di kebanyakan toko ramen, biasanya tidak ada pelayan dan menu. Yang ada hanya mesin dengan banyak tombol yang dipajang di depan toko. Saya terus terang sempet keder melihat ini. Ternyata, setelah memperhatikan agak lama mesin tersebut. Saya pun baru mengerti. Mesin ini melakukan multi-tasking.


Pertama, sebagai menu makanan. Sebelum masuk ke dalam tempat makan, kita memesan dan membayar lewat mesin ini. Tekan tombol jenis makan yang ingin kita makan, masukkan uang sejumlah harga makanan yang dipesan. Jika ada kembalian, maka di bagian bawah mesin ada lobang khusus tempat uang kembalian keluar dari situ. Di bawah tombol makanan yang kita pesan pun otomatis akan keluar tiket. Prinsipnya seperti membeli tiket kereta bawah tanah.

Setelah masuk ke dalam, kita tinggal menyodorkan tiket makanan yang kita inginkan. Saking efisiennya, minuman pun diambil sendiri di meja yang disediakan. Seperti layaknya restoran cepat saji di luar negeri, meja makannya jarang menyediakan bangku. Jadi, menyantap ramen sambil berdiri. Saat restoran penuh, saya pun kadang seperti di dalam kendaraan umum karena harus bergeser agar menyelipkan satu tamu lagi.

Dalam memilih menu yang biasanya ditulis dengan huruf kanji, sehingga harus cermat. Jangan sampai salah memilih. Memang terkadang ada gambar ramen di atas tombol harga sebagai ilustrasi, tetapi perhatikan juga ukuran. Jangan sampai menekan tombol ukuran besar. Nanti kebingungan sendiri bagaimana menghabiskannya.

Juga jangan terpancing dengan poster promo di depan jika sedang berpergian sendirian karena biasanya paket hemat yang dipromosikan dan itu biasanya dua porsi makanan.

Daya tarik utama Shibuya lainnya adalah — ini mungkin yang paling terkenal karena sampai dibuat film — patung Hachiko. Patung ini merupakan patung penghormatan kepada seekor anjing yang setia menunggu kepulangan tuannya di depan stasiun, walau tuannya telah meninggal.


Dekat patung terpahat juga sekitar 20 anjing sejenis Hachiko di dinding salah satu stasiun sepanjang lima belas meter. Di sekitar patung ini, biasanya dijadikan tempat pertemuan. Jika malam tiba, daerah ini juga semakin ramai karena banyak musisi jalanan yang ngamen di sini.

Kalau kantong lagi tipis, ketimbang nongkrong di Starbucks, lebih baik ke sini. Toh, suasanannya jelas lebih hidup.