Penjara Hanya Untuk Rakyat Jelata


Oleh Sumantiri B. Sugeo

Suatu negeri yang rakyatnya hanya mengutil tiga biji coklat atau sekarung buah kapas yang hanya bernilai Rp. 6000,- perak bisa dipenjara dengan sangat mudahnya, dipenjara sempit pengap, tanpa AC, tanpa spring bed empuk. Penjara kotor dan berbau pesing. Plus berupa bonus bogem mentah, atau rambut dibotaki atau diberi tanda tato sebagai petunjuk “bahwa ini penjahat berbahaya”. Inilah penjara untuk rakyat jelata yang tidak punya uang.

Disisi lain para koruptor triliunan atau miliaran rupiah bebas melenggang tanpa hukuman. Terkadang malah seorang koruptor masih lagi meminta hormat dari sekalian orang bodoh yang mengidolakannya. Para pengacara “penjilat”, “pengamat bayaran” dan “pendemo bayaran” sibuk memberikan argumentasi tentang tidak adanya unsur korupsi yang merugikan Negara.

Para koruptor sibuk mengumpulkan dana haram sesama koruptor untuk membeli peluru sebagai bekal untuk membombardir institusi yang menggasak koruptor melalui serangan darat, laut dan udara yang membabibuta. Serangan yang membuat rakyat marah.
Jika seandainyapun sampai dijadikan terdakwa dipengadilan, meraka ini cukup pintar berpura-pura sakit lah entah sakit kurap atau memang sakit kurang waras untuk modal berkelit dari hukuman.

Ada cara lain yang lebih canggih, mereka kabur ke Negara lain biasanya ke Singapura atau Papuanugini. Di Singapura mereka disambut dengan sukacita sebagai investor. Hidup aman damai dengan penuh fasilitas dari pemerintah Singapura.

Seandainyapun juga terdakwa koruptor ini mampu ditahan, mereka mampu menyulap penjara bak hotel bintang lima. Pilih ruangan yang paling luas, diberi AC, tempat tidur spring bed, dan heli untuk kapan saja mereka pergi ke “best destination in te world” atau ke Las Vegas untuk menguji keberuntungan mereka, apakah tahun babi lebih beruntung dari tahun tikus?

Akhirnya penjara kumuh yang sempit dan pesing hanya untuk rakyat jelata. Sampai datangnya keadilan dari Tuhan dari doa-doa rakyat jelata yang teraniyaya.

Itulah kisah di negeri Republik Mimpi. Menurut Anda apakah negeri kita sama dengan Republik Mimpi tersebut? Jawabannya ada pada hati nurani Anda para pembaca.